Tampilkan postingan dengan label Tokoh Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Kristen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Agustus 2013

Warisan

Banyak orang yang terkenal dan sukses semasa hidupnya, tapi tidak banyak yang meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya. Salah satu warisan besar yang pernah ada adalah warisan dari seorang Pengkhotbah terkenal bernama Jonathan Edwards (5 Oktober 1703 – 22 Maret 1758), yang dikenal dengan khotbahnya berjudul "Sinners in the Hands of an Angry God."

Siapakah Jonathan Edwards? Dia adalah seorang pengkhotbah, theolog dan misionaris bagi orang-orang Amerika asli. Dia dikenal
sebagai salah satu theolog Amerika yang penting... sudah bergelar sarjana di saat masih muda, pernah melayani di salah satu gereja paling terpandang di New England pada waktu berusia 26 tahun dan menutup hidupnya sebagai rektor College of New Jersey (kemudian dikenal sebagai Princeton University).

Lalu apa yang menarik dari warisannya? Edwards adalah satu-satunya pria dari sepuluh bersaudara. Ayahnya, ayah mertuanya, kakeknya, salah seorang anaknya dan salah seorang menantunya, beberapa cucunya, beberapa pamannya dan beberapa keponakannya adalah pendeta.Ia juga kakek dari wakil presiden Amerika Serikat yang ketiga.

Team sosiolog dari New York pernah meneliti kehidupan Jonathan Edwards dibandingkan dengan kehidupan orang yang berbeda latar belakangnya yaitu Max Jukes (seorang ateis). Apa hasilnya?

Jonathan Edwards dan Sarah, istrinya; daftar keturunan mereka dicatat sbb:
- 300 orang adalah pendeta, misionaris atau guru besar theologi
- 120 orang adalah profesor di bidang akademis
- 110 orang adalah pengacara
- Lebih dari 60 orang adalah pengarang terkenal
- Lebih dari 60 orang adalah dokter
- 30 orang adalah hakim
- 14 orang adalah rektor universitas
- 80 orang adalah pemuka masyarakat
- 3 orang adalah anggota kongres
- 1 orang adalah wakil presiden Amerika Serikat

Bagaimana dengan Max Juves dan istrinya Aita Teg? Berikut ini keturunannya:
- 440 orang hidup dalam pesta pora
- 310 orang adalah gelandangan
- 190 orang adalah pelacur
- 130 orang adalah napi
- 100 orang adalah pecandu alkohol
- 60 orang punya kebiasaan mencuri
- 55 orang adalah korban pelecehan seksual
- 7 orang adalah pembunuh

Seluruh keturunannya telah merugikan kota New York sebesar 1,2 juta dollar.

Mazmur 25:12-13 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.

Warisan apa yang kelak kita tinggalkan tergantung pula dari hidup kita saat ini, jika kita hidup dalam takut akan TUHAN... maka hidup kita akan berbahagia dan anak cucu kita pun akan mewarisinya.

Senin, 10 Desember 2012

TUHAN-ku tidak akan membiarkanku Celaka


"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."Markus 16:17,18 



G.F. Jones
Janji Yesus pada orang percaya bukan hanya ditujukan pada kedua belas murid-Nya tapi juga ditujukan bagi semua pekerja Kristen yang mau mengkhotbahkan trip ke seluruh dunia. Termasuk Paulus, yang pengalamannya sudah kita baca hari ini. Dan disini ada pengalaman ajaib dalam kehidupan kapten G.F. Jones, dari Pasifik selatan. 

Mei 1908 dia mendarat di pantai bagian barat pulau Sumatra dan menyewa seekor kuda untuk mengadakan perjalanan ke daerah itu. Kebanyakan dari perjalanan itu sangat terjal dan melalui hutan lebat yang ada gajahnya, harimau, dan monyet-monyet besar. Penduduknya adalah beragama Muslim, dan ketika mereka mendapati bahwa kapten Jones tidak makan babi tidak merokok, dan tidak minum-minuman keras, mereka menyebut mereka "pelajar Allah" dan mereka menerima dia dengan baik. 

Pada suatu hari ketika kapten Jones beristirahat di siang hari, seekor ular besar menyerang kudanya yang sedang merumput, dan ular itu menggigit kuda itu di mulutnya. Pemilik kuda itu, termasuk salah satu dari rombongan yang mengiringi kapten Jones, sangat ketakutan. Dia merasa pasti kudanya akan segera mati. Dan dia mulai menangis karena dia akan kehilangan kuda yang membawa penghasilan baginya. Gigitan ular dianggap tanda kemarahan Allah, dan pemilik kuda itu mulai menyalahkan dirinya karena berurusan dengan kapten Jones yang bukan Islam.

"Sekarang Allah menghukum dia," dia meraung-raung. Perasaan pengikut kapten Jones berubah, dan tiba-tiba mereka menjadi ganas pada saat kuda itu mulai menderita karena gigitan ular. Untuk seketika Kapten Jones memikirkan apa yang harus dia lakukan. Kemudian dia bertelut dihadapan orang banyak dan berdoa. Dia mengatakan pada Tuhan betapa pentingnya bagi dia dan bagi orang-orang, agar kuda itu tidak mati. Kemudian dia menuntut janji yang ada dalam ayat renungan pagi kita pagi ini. 

Ketika dia selesai bertelut dan berdiri dia berkata pada orang-orang. "Tuhanku tidak akan membiarkan kuda itu mati. Tuhan sudah mendengar doaku." Kemudian dia menunggangi kuda yang masih gemetar itu dan pergi. Orang-orang mengikuti dia, dan mereka heran karena kuda itu baik-baik saja sampai akhir hari itu. 

Dan kamu bisa membayangkan tentunya orang-orang tambah menghormati sang kapten untuk sisa perjalanan itu.
Apa yang dilakukan Tuhan bagi kapten Jones, bisa juga dilakukan untukmu. lngat janji yang sangat berharga ini, dan berimanlah pada Tuhan.