Rabu, 15 Mei 2013

Si Bungsu yang Cerdik


Seorang pria tua yang menderita sakit parah, menyadari bahwa hidupnya tidak akan lama lagi maka dia memanggil ketiga putranya yang masing-masing sudah menjadi pengusaha kaya.

Kemudian si ayah berkata, "Anak-anakku selama ini aku telah mendidik kalian dengan baik sehingga kalian semua menjadi sukses. Hidup ayah sudah tidak akan lama lagi dan sebelum meninggal ayah punya satu permintaan, yaitu uang satu milyar dari masing-masing kalian. Ayah perlukan uang ini untuk kehidupan selanjutnya. Jadi tolong nanti uang tiga milyar itu diletakkan di dalam peti mati ayah sebelum peti ditutup." Ketiga anak ini langsung mengiyakan permintaan terakhir si ayah.

Setelah keluar dari kamar, mereka bertiga mendiskusikan permintaan si ayah. "Saya akan penuhi permintaan ayah", sahut si sulung tegas. "Saya juga", kata anak kedua. Si bungsu terdiam lama sambil merenung. Setelah didesak kedua kakaknya dia pun menjawab, "Permintaan ayah ini akan saya pertimbangkan dulu."

Akhirnya si ayah meninggal dan menjelang penutupan peti, si sulung menghampiri peti mati ayahnya. Sejenak dia berdoa, meneteskan air mata, lalu meletakkan uang kontan satu milyar dan mundur.

Giliran anak kedua yang maju ke peti. Sejenak dia berdoa, meneteskan air mata, meletakkan uang kontan satu milyar lalu mundur.

Giliran si bungsu. Dia berdoa lama sekali, meneteskan air mata banyak sekali, kemudian menoleh ke kedua kakaknya, dan bertanya, "Apa benar ayah cuma minta tiga milyar? Apa tidak kurang?" "Iya benar cuma tiga milyar, itu sudah cukup. Ayo cepat agar peti bisa segera ditutup," jawab kedua kakaknya.

Kemudian si bungsu meletakkan selembar cek senilai lima milyar ke dalam peti dan mengambil uang kontan dua milyar yang ada di dalam peti sebagai uang kembaliannya.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar