Minggu, 02 Juni 2013

Monyet di pucuk pohon Kelapa

Ada cerita tentang seekor monyet sedang berada di pucuk pohon kelapa.  Ia tidak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar, angin Topan, Tornado dan Bahorok.  

Tiga angin itu rupanya sedang membicarakan, siapa yang bisa paling cepat menjatuhkan si monyet dari pohon kepala.  Angin topan mengatakan bahwa ia Cuma perlu 45 detik, dan Angin Tornado hanya perlu waktu 30 detik.  Angin Bahorok tersenyum ngeledek, saya Cuma perlu 15 detik.
 
Akhirnya satu per satu dari ketiga angin itu maju.  Angin Topan maju duluan.  Ia meniup sekencang-kencangnya, wuuusss...Merasa ada angin besar datang, si Monyet langsung memegang batang pohon kelapa erat-erat.  Beberapa menit berlalu, si monyet ternyata tidak jatuh.  Angin Topan pun menyerah.
 
Giliran Angin tornado, wuuusss...wuuusss...Ia meniup dengan sekencang-kencangnya, tetapi si monyet tidak jatuh juga.  Angin tornado pun menyerah.
 
Terakhir angin Bahorok.  Ia meniup dengan lebih kencang lagi wuuusss...wuuusss... Si monyet malah semakin kuat berpegang dan tidak jatuh-jatuh juga.  Ketiga angin besar itu pun akhirnya mengakui,  “Si monyet memang jagoan, tangguh dan daya tahannya luar biasa.”
 
Tidak lama kemudian,  Angin Sepoi-sepoi datang.  Ia ingin ikut menjatuhkan si monyet.  Tentu saja ia ditertawakan oleh ketiga angin itu, “Yang besar saja tidak bisa, apalagi yang kecil.”
 
Tanpa banyak bicara, Angin Sepoi-sepoi langsung meniup ubun-ubun si monyet Pssss...Enak sekali.  Adem....Seger...riyep-riyep ( Jawa = membuka dan menutup) mata si monyet.  Tidak lama kemudian, si monyet tertidur.  Tanpa disadari, monyet itu melepaskan pegangannya.  Ia pun terjatuh.
 
Inspirasi
Untuk direnungkan : Kita begitu sering berpikir bahwa godaan yang besarlah yang menjatuhkan kita, padahal justru godaan-godaan kecil, yang jika kita tidak waspada, justru akan membuat kita terjungkal.  Pepatah mengatakan, “Jika penderitaan itu tidak membuat kita jatuh, kita akan menjadi semakin kuat.”

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar