Selasa, 05 November 2013

Jejak-jejak Kaki di Pantai

Semalam aku bermimpi sedang berjalan - jalan menyisir sepanjang pantai bersama Tuhan. Di cakarawala langit yang indah terbentang seluruh adegan kehidupanku. Pada setiap adegan aku melihat dua pasang jejak kaki di pasir. Sepasang jejak kakiku dan yang sepasang lagi jejak kaki Tuhan. Setelah adegan terakhir dari kehidupanku terhampar di hadapanku aku menoleh ke belakang dan melihat jejak kaki di pasir. Aku memperhatikan bahwa berkali-kali sepanjang hidupku terutama pada saat-saat paling gawat dan mencekam hanya terdapat sepasang jejak kaki saja.

Aku sadar bahwa ini terjadi justru saat hidupku berada pada saat yang paling menyedihkan. Hal ini membuat aku benar-benar sangat kecewa maka kubertanya pada Tuhan, “Tuhan dimanakah Engkau? Engkau mengatakan bila aku memutuskan untuk mengikuti Engkau, Engkau berjanji akan berjalan bersama aku sepanjang jalan hidupku. Namun aku memperhatikan bahwa pada saat-saat paling gawat dan beban berat menimpa hidupku hanya ada sepasang kaki saja. Dan aku tidak mengerti mengapa pada waktu aku sangat membutuhkan Engkau, Engkau justru meninggalkan aku?”

Tuhan menjawab dengan lembut, “Anakku, engkau sangat berharga di mataKu. Aku sangat mengasihi engkau dan Aku tidak akan meninggalkan engkau. Pada waktu engkau dalam bahaya dan dalam penderitaaan engkau hanya melihat sepasang jejak kaki saja, karena pada waktu itu Aku yang mengendong engkau.

Pembaca yang budiman, sajak ini sangat terkenal dan ditulis seorang perempuan yang bernama Margaret Fishback Powers puluhan tahun yang lampau. Dia adalah seorang guru Sekolah Dasar Kristen untuk anak-anak Indian di Kanada. Margareth sangat pendek hanya punya setinggi 147 cm. Sajak nya sendiri disukai banyak orang diseluruh dunia, tepatnya pada tahun 1930 sampai 1960 Majalah Amerika Serikat tampilkan sajak nya di TimeLine Utama. Akhirnya, sajak ini dibuat menjadi lagu Rohani oleh Cristy Lane dan langsung menduduki puncak tangga lagu versi Billboard.

Sajak ini tentang sebuah jejak kaki di pantai, ada dua jejak kaki yang selalu terlihat yaitu jejak kaki dia dan jejak kaki sahabatnya yang ia tulis sebagai jejak kaki Tuhan yang selalu mengiringi perjalanan hidupnya di pantai itu. Namun, ketika ombak besar datang menghapus jejak perjalanan mereka, ia sedih karena hanya melihat salah satu jejak saja dan salah satu jejak hilang entah kemana. Ia pun mulai berpikir sahabatnya meninggalkannya ketika ombak besar itu datang. Sajak mengandung makna bahwa Tuhan adalah sahabat di perjalanan hidup kita. Ia selalu bersama di sisi kita dan selalu menemani langkah langkah hidup kita. Saat terjadi sesuatu kita mulai menyalahkan Dia karena kita anggap Dia tinggalkan kita saat kita mengalami penderitaan didalam hidup ini. Namun, ternyata sebenarnya Dia tetap berada di samping kita sampai kapanpun. Tanpa pernah kita sadari sebenarnya Dia sedang menggendong kita dipelukanNya dengan erat dan membiarkan dirinya terkena ombak yang besar itu.

Dalam perjalanan iman penulis sajak ini menginspirasi dan menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia terus menerus untuk tetap mengingatNya, yang takkan pernah meninggalkan kamu dan saya. Secara kasat mata dan dengan sadar rasakan bahwa Tuhan memang memeluk, menggendong, mendekap dan membiarkan kita ditopangNya. Sajak itu mengajak kita menelusuri perjalanan hidup kita. Tuhan menghadiahkan Anda 86400 detik setiap hari. Apakah Anda sudah menggunakan 1 detik untuk berterima kasih kepadaNya?

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar