"Tanda-tanda
ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir
setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang
baru bagi mereka, mereka
akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak
akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang
sakit, dan orang itu akan sembuh."Markus 16:17,18
 |
| G.F. Jones |
Janji
Yesus pada orang percaya bukan hanya ditujukan pada kedua belas
murid-Nya tapi juga ditujukan bagi semua pekerja Kristen yang mau
mengkhotbahkan trip ke seluruh dunia. Termasuk Paulus, yang
pengalamannya sudah kita baca hari ini. Dan disini ada pengalaman ajaib
dalam kehidupan kapten G.F. Jones, dari Pasifik selatan.
Mei
1908 dia mendarat di pantai bagian barat pulau Sumatra dan menyewa
seekor kuda untuk mengadakan perjalanan ke daerah itu. Kebanyakan dari
perjalanan itu sangat terjal dan melalui hutan lebat yang ada gajahnya,
harimau, dan monyet-monyet besar. Penduduknya adalah beragama Muslim,
dan ketika mereka mendapati bahwa kapten Jones tidak makan babi tidak
merokok, dan tidak minum-minuman keras, mereka menyebut mereka "pelajar Allah" dan mereka menerima dia dengan baik.
Pada
suatu hari ketika kapten Jones beristirahat di siang hari, seekor ular
besar menyerang kudanya yang sedang merumput, dan ular itu menggigit
kuda itu di mulutnya. Pemilik kuda itu, termasuk salah satu dari
rombongan yang mengiringi kapten Jones, sangat ketakutan. Dia merasa
pasti kudanya akan segera mati. Dan dia mulai menangis karena dia akan
kehilangan kuda yang membawa penghasilan baginya. Gigitan ular dianggap
tanda kemarahan Allah, dan pemilik kuda itu mulai menyalahkan dirinya
karena berurusan dengan kapten Jones yang bukan Islam.
"Sekarang
Allah menghukum dia," dia meraung-raung. Perasaan pengikut kapten Jones
berubah, dan tiba-tiba mereka menjadi ganas pada saat kuda itu mulai
menderita karena gigitan ular. Untuk seketika Kapten Jones memikirkan
apa yang harus dia lakukan. Kemudian dia bertelut dihadapan orang banyak
dan berdoa. Dia mengatakan pada Tuhan betapa pentingnya bagi dia dan
bagi orang-orang, agar kuda itu tidak mati. Kemudian dia menuntut janji
yang ada dalam ayat renungan pagi kita pagi ini.
Ketika
dia selesai bertelut dan berdiri dia berkata pada orang-orang. "Tuhanku
tidak akan membiarkan kuda itu mati. Tuhan sudah mendengar doaku."
Kemudian dia menunggangi kuda yang masih gemetar itu dan pergi.
Orang-orang mengikuti dia, dan mereka heran karena kuda itu baik-baik
saja sampai akhir hari itu.
Dan kamu bisa membayangkan tentunya orang-orang tambah menghormati sang kapten untuk sisa perjalanan itu.
Apa
yang dilakukan Tuhan bagi kapten Jones, bisa juga dilakukan untukmu.
lngat janji yang sangat berharga ini, dan berimanlah pada Tuhan.