Senin, 08 April 2013

Kemenangan yang Pasti


Alkisah pada jaman Tiongkok kuno, ada seorang Jendral yang mendapat tugas untuk memimpin prajuritnya melawan musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat lebih banyak. Mendengar kondisi musuh yang tak seimbang, seluruh prajuritnya gentar kalau-kalau akan menderita kekalahan.

Dalam perjalanan menuju medan perang, Jendral itu berhenti untuk sembahyang dan berdoa meminta petunjuk dari Tuhan. Sedangkan para prajuritnya menanti dengan harap-harap cemas. Tak lama kemudian, sang Jendral selesai bersembahyang.

Dia berteriak pada seluruh prajuritnya, “Kita telah mendapat petunjuk dari langit.” Lalu ia mengeluarkan koin emas simbol kerajaan dari sakunya. Sambil mengacungkan koin itu ke udara ia berkata, “Sekarang, kita lihat apa kata nasib. Mari kita melakukan undian... bila kepala yang muncul, maka kita akan menang. Tapi bila ekor yang muncul, kita akan kalah.”

Jendral lalu melempar koin emas tersebut ke udara. Koin emas pun berputar-putar lalu jatuh berguling-guling di tanah. Seluruh pasukan mengamati apa yang muncul. Setelah agak lama menggelinding, koin itu lalu berhenti. Dan yang muncul adalah... KEPALA! Sontak seluruh prajurit berteriak kesenangan. “Horeee! Kita akan menang. Nasib berpihak pada kita... Ayo serbu dan hancurkan musuh. Kemenangan telah pasti!”

Dengan penuh semangat, Jendral dan para prajurit itu bergerak menuju medan perang. Pertempuran berlangsung dengan sengit. Tapi karena ada keyakinan pasti menang... akhirnya musuh yang lebih banyak jumlahnya itu dapat dikalahkan. Jendral dan seluruh parjuritnya betul-betul gembira. Seorang prajurit berkata, “Itu sudah kehendak langit, maka tak ada yang bisa mengubah nasib.”

Sesampainya di ibukota mereka disambut meriah oleh seluruh penduduk. Raja pun terkagum-kagum mendengar kisah peperangan yang dashyat itu. Beliau bertanya pada sang Jendral bagaimana ia mampu mengobarkan semangat prajuritnya sehingga berperang dengan begitu gagah berani. Sang Jendral lalu menyerahkan koin emasnya pada Raja sambil berkata, “Paduka, inilah yang memberikan mereka keyakinan.”

Raja menerima dan mengamati koin emas itu yang ternyata... kedua sisinya bergambar... KEPALA!!

Firman Tuhan dalam Roma 8:37 berkata, "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita." Berarti apapun yang terjadi, kita ini lebih dari pemenang! Kemenangan memang sudah di pihak kita tanpa harus memakai akal-akalan, tapi perhatikan kisah diatas walaupun para prajurit sudah yakin bahwa mereka ditakdirkan untuk menang... tetap ada usaha yang harus mereka lakukan dalam perang tersebut sampai dengan menang, bukan?

Demikian pula bagi kita yang percaya... Oleh janjiNya, kita tahu, kemenangan sudah di pihak kita, namun realisasinya harus melalui bagian yang kita kerjakan! Tapi bukankah bagian yang harus dikerjakan itu jadi lebih mudah untuk kita lakukan? Karena kita tahu pasti bahwa kemenangan memang sudah menjadi milik kita...

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar