Minggu, 28 Oktober 2012

Kisah tentang Sebatang Pensil


Alkisah ada seorang pembuat pensil, sebelum mengirim pensilnya ke dunia dia memberikan empat pesan:

1. Kamu bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hanya jika kamu mau berada di tangan seseorang.

2. Kamu akan menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu untuk menjadi pensil yang baik.

3. Bagian yang terpenting dari hidupmu adalah bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya.

4. Pada permukaan mana pun juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah menulis.

Ilustrasi di atas menyimpan kebenaran rohani yang luar biasa...

Pertama, kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu melakukan hal yang besar. Tapi kita harus membiarkan diri kita berada di tangan Tuhan, agar dapat dipakai-Nya dalam pekerjaan-Nya yang besar.

Kedua, ada kalanya kita akan mengalami proses-proses pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat menderita, tetapi mau tidak mau kita harus melewati proses itu demi kebaikan kita sendiri. Agar hidup kita berubah dari kedagingan menjadi hidup di dalam roh. Proses pengeratan kedagingan kita ini akan membuat karakter ilahi muncul dalam hidup kita.

Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup kita adalah bukan bagian luarnya tapi bagian yang ada di dalam. Jangan pernah terjebak dengan hal-hal yang hanya merupakan penampilan luar saja. Tuhan tidak pernah tergiur dengan topeng-topeng kita. Tuhan lebih melihat kedalaman hati kita.

Keempat, di mana pun Tuhan taruh kita, selalu tinggalkan jejak atau “tulisan-tulisan” yang benar-benar bisa memengaruhi orang yang membacanya. “Tulisan” itu berupa hal-hal yang kita kerjakan dalam hidup kita yang diubahkan dan dipakai Tuhan untuk menjadi berkat buat sekeliling kita.

Biarlah hidup kita memberi pengaruh pada orang-orang sekeliling kita dan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang bertemu dengan kita.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar