Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2013

"TUHAN Yesus, ini owe Acong!"


Ini sebuah kisah nyata yang menarik dan menyentuh. Ada seorang pria paruh baya, umur 50 tahunan. Ia dipanggil Acong. Miskin, tetapi jujur dan tekun. Kejujuran dan ketekunannya itu mendapat perhatian seorang pemilik toko material di daerah Glodok, Pinangsia. Acong lalu diangkat menjadi CEO atau penanggung jawab toko tersebut. Usaha material itu pun meraup sukses luar biasa.

Demikian sibuknya Acong di toko itu melayani pembeli, sampai-sampai dia tak sempat makan dengan teratur. Bahkan tidak jarang dia makan sambil tetap melayani. Tetapi, di tengah kesibukannya, setiap jam 12 siang dia menyempatkan diri untuk berlari ke sebuah gereja di dekat situ. Hal itu dia lakukan setiap hari, selama lebih dari tiga setengah tahun.

Sampai suatu hari kecurigaan seorang pastor memuncak... Dia telah lama memperhatikan dan mengamati fenomena aneh yang terjadi di gerejanya itu. Acong datang di pintu gereja, hanya berdiri saja, membuat tanda salib, lalu segera pergi lagi.

Ritual itu dengan setia dilakukan Acong, setiap hari dan itu-itu saja. Apa maksudnya?? pikir si pastor dengan penasaran... Akhirnya pastor itu mencari kesempatan untuk menegur si Acong dan bertanya tanpa basa-basi lagi, "Maaf, Cek (panggilan bagi pria Tionghoa), kenapa Encek tiap hari datang jam 12 begini, cuman berdiri aja di pintu, bikin tanda salib, lalu cepet-cepet pergi?"

Kaget, si Acong dan menjawab sambil tersipu, "Hah?!... Lomo, owe ini olang sibuk, owe punya waktu selikit, tapi owe seneng dateng kemali."

Jelas si pastor belum puas dan terus mendesak, "Emangnya apa yang Encek lakukan di pintu gereja itu?"

Jawab Acong dengan polos, "Ngga ada apa-apa. Benel, owe cuman bilang ini doang... Tuhan Yesus, ini owe, Acong. Udaaah..."

Si pastor pun terbengong, hanya terlontar kata, "Oooh... !" Dan Acong pun bergegas kembali ke tokonya.

Suatu hari Acong sakit parah karena super sibuk dan makan tidak teratur. Komplikasi penyakitnya cukup berat sehingga ia dilarikan ke rumah sakit. Acong bukan orang kaya, dia hanya menempati kamar kelas 3, satu kamar dihuni 6 orang pasien. Sejak Acong masuk, kamar itu menjadi ceria, penuh canda tawa. Tak terasa 3 bulan sudah Acong dirawat. Ia pun sembuh dan diperbolehkan pulang.

Ia gembira, tentunya, tetapi teman-teman sekamarnya bersedih. Selama dia dirawat, semua pasien yang sekamar dihiburnya. Acong setiap pagi menghampiri teman-teman pasiennya, satu per satu, dan menanyakan keadaan mereka masing-masing. Sayang, sekarang Acong harus pulang dan kamar itu akan kembali sunyi.

Akhirnya salah seorang sesama pasien mencoba bertanya, "Eh Cek Acong, mau nanya nih. Kenapa sih Encek begitu gembira, dan selalu gembira, padahal penyakit Encek kan serius?"

Acong tercenung dan menjawab, "Tiap ali, jam lua welas, ada olang laki lambut gondlong dateng, megang kaki owe, lalu dia bilang... Acong, ini aku, Yesus Kristus. Gimana owe nggak seneng, coba..."

Kamis, 20 Desember 2012

Ibu adalah ...






SIAPAKAH KAU, IBUNDA? ...

Ibu adalah seseorang yang SERBA TIDAK TAHU. 

Ibu adalah seorang yang tidak tahu malu, TIDAK TAHU MALU saat bekerja keras demi anaknya.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU SAKIT, tetap senyum setelah merasa sakit saat melahirkan kita ke dunia.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU LELAH, tetap senyum setalah lelah saat seharian menggendong kita.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU CAPEK, tetap senyum meskipun setiap pagi menyiapkan kebutuhan kita.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU BAHAYA, apapun diterjang demi anaknya.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU MALAM, lupa tidur saat menyusui kita.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU LAPAR, rela tidak makan asal kita makan.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU SAKIT HATI, tetap senyum meskipun kita menjengkelkan.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU WAKTU, masih muda atau sudah tua tetap menyayangi kita.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU HITUNGAN, tidak pernah menghitung berapa biaya untuk membesarkan kita.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU MENYERAH, tetap mencari akal supaya kita tumbuh dengan layak.

Ibu adalah seorang PENAKUT, dia takut anaknya tidak bahagia.

Ibu adalah seorang yang PEMARAH, marah kalau anaknya disakiti.

Itulah keajaiban kasih sayang Ibu kepada Kita, bersimpuhlah kepadanya dan nyatakan cintamu. Tak perlu menunggu momen hari ibu.

Rabu, 19 Desember 2012

Makna Natal


Hari ini adalah Hari Natal. Tidak diragukan kamu akan menerima banyak hadiah dan kejutan, tapi tak ada satupun yang dapat disamakan dengan karunia yang dikatakan dalam ayat kita hari ini.

Ada sebuah kisah lama yang indah tentang raja Shah Abbis, yang menjadi raja pada zaman dulu di Persia. 

Diceritakan dia menyamar dan berjalan keliling dan bergaul dengan rakyatnya untuk mengetahui apakah mereka bahagia. Dia menyusuri jalanan, makan di rumah mereka, dan bekerja bersama mereka di ladang dan tempat kerja mereka.

Pada suatu sore dia berhenti dan berbicara dengan seorang pekerja yang menjaga perapian. Pekerja itu selalu gembira dan berbicara dengan bebas mengenai pekerjaannya, istrinya, dan anak-anaknya, dikira tamunya itu adalah seorang miskin yang ingin beristirahat sejenak di tempat yang hangat. 

Pada malam berikutnya raja itu datang lagi, dan pada malam berikutnya datang lagi dan datang lagi. Pekerja itu sangat ramah dan bahagia dan baik dan bahkan mau berbagi makan siangnya dengan tamunya itu. Merekapun menjadi teman akrab dan akhirnya raja berkata, "Saya rasa sebaiknya saya mengatakan yang sebenarnya kepadamu, saya bukanlah orang miskin yang mau beristirahat sejenak ditempat hangat dan senang ditemani oleh mu. Saya adalah raja yang sedang menyamar."

Pekerja itu heran atas kata-katanya. Kemudian raja menambahkan, "Sekarang kamu tahu siapakah saya sebenarnya. Saya harap kamu mau mengajukan permintaan akan kemurahanku." Tapi pekerja itu berkata, "Tidak, tidak, rajaku. Saya tidak ada permintaan. Berpikir bahwa rajaku telah mengunjungiku, berbicara denganku, dan mau makan bersama denganku, semua itu adalah karunia yang terbesar yang tuanku telah berikan kepadaku. Kenangan persahabatan bersama tuanku tidak akan pernah aku lupakan selamanya."

Demikian juga dengan Hari Natal. Kita semua tahu ada banyak mitos dan legenda berkaitan dengan hal ini, tapi kenyataannya adalah bahwa Yesus, sang raja, telah lahir dan hidup di dunia ini sebagai seorang manusia, berjalan sepanjang jalan bersama orang-orang, makan bersama di rumah mereka, mengajar dan menyembuhkan banyak orang dan membuat anak-anak senang.

Hanya karena nama Kristus berkaitan dengan hari natal (Chrismast) maka dunia tua ini berhenti sejenak dan melupakan kepentingan dirinya, dan mencoba untuk membuat orang lain bahagia. 

Seorang anak kecil berjalan di jalan raya dengan ayahnya melihat sebuah lampu reklame toko yang menjual hiasan natal.

Pada lampu reklame itu tertulis XMAS untuk menyebutkan Christmas. Setelah keheranan sejenak dia bertanya kepada ayahnya, "Ayah, mengapa mereka menuliskan Christmas dengan XMAS?"Ayahnya kebingungan sejenak, kemudia berkata,"Saya tidak tahu, nak."
Sejenak anak itu berdiam. Kemudian berkata "Ayah, apakah itu dilakukan karena mereka mau menghapus Kristus (Christ) dari Christmas (hari natal)? Apakah mereka telah membuang Kristus ,ayah?"

Karena tak tahu apa yang akan dikatakan maka ayah itu berkata, "mungkin anakku, mungkin juga." 

Pastikanlah, kamu jangan mengeluarkan/membuang Kristus dari hari Natal. Jadikanlah itu kebahagiaan tertinggi di hari Natal dengan mengikuti teladan Kristus, melupakan diri sendiri dan berusaha membuat orang lain bahagia. Hanya dengan menjadi seperti Dia, kita akan diberkati Tuhan, Selamat Natal!

Asal ada Makanan dan Pakaian Cukuplah!


I Timotius  6:8
"Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah."

Pada tahun 1923, di Hotel Edgewater Beach di Chicago, Illinois, 8 dari tokoh keuangan terkemuka di dunia bertemu dalam sebuah rapat. 

Resources (Sumber Daya) dan aset gabungan dari 8 orang ini berjumlah lebih dari keuangan negara Amerika Serikat pada saat itu. 

Charles Schwab

Dalam kelompok itu terdapat : Charles Schwab, presiden sebuah perusahaan baja; Richard Whitney, presiden Bursa Saham New York,; Albert Fall, seorang anggota kabinet Presiden yang secara pribadi adalah hartawan; Jesse Livermore adalah "beruang" Wall Street terbesar pada generasinya. Arthur Cutton, seorang spekulan gandum; Leon Fraser adalah presiden dari International Bank of Settlements, dan Ivan Krueger memimpin monopoli terbesar di Amerika Serikat. Sebuah perhimpunan para garuda raksasa yang mengesankan.

Apakah yang terjadi atas tokoh-tokoh ini beberapa tahun kemudian ? Schwab meninggal tanpa uang sepeser pun. Whitney menjalani hukuman seumur hidup di penjara Sing Sing. Fall diampuni dari penjara federal supaya ia dapat meninggal di rumahnya. Cutton jatuh bangkrut. Fraser, Livermore, dan Krueger mati bunuh diri. 7 dari 8 orang yang sangat kaya tersebut mengakhiri hidup mereka tanpa memiliki apa-apa.

Uang bukanlah jawaban atas kesulitan hidup ! Hanya Tuhan yang dapat memberi kita damai, kebahagiaan dan sukacita. Bila kita memusatkan diri pada Tuhan Yesus dan kebaikan-Nya, kita dapat hidup dengan puas karena mengetahui bahwa Tuhan akan memenuhi semua kebutuhan kita.

Minggu, 11 November 2012

Sadarkah kita?


Sadarkah kita bahwa;

Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan, kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari kedua sisi. Menangkap pujian maupun kritikan, dan melihat mana yang benar.

Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Tak seorang pun yang dapat mencuri isi otak kita, yang lebih berharga dari segala permata yang ada.

Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam, yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.

Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. 

Belajar untuk mencintai dan menikmati dicintai, tetapi jangan mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan. 

Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini akan menjadi lebih indah.

Minggu, 28 Oktober 2012

Secangkir Kopi Asin


(Catatan: Kopi bukanlah jenis minuman yang baik untuk dikonsumsi , penggunaan jenis minuman kopi dalam artikel ini hanyalah semata-mata untuk ilustrasi.)

Seorang laki-laki datang ke sebuah pesta. Meskipun penampilannya tidak jauh berbeda dengan penampilan laki-laki lain yang datang, namun kelihatannya tidak seorangpun yang tertarik padanya. Ia lalu memperhatikan seorang gadis yang dari tadi dikelilingi banyak orang. Di akhir pesta itu, ia memberanikan diri mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi. 

Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap yang sopan, gadis itupun memenuhi undangannya. Mereka berdua kini duduk di sebuah warung kopi. Begitu gugupnya laki-laki itu hingga ia tidak tahu bagaimana harus memulai sebuah percakapan.

Tiba-tiba ia berkata kepada pelayan, "Dapatkah engkau memberiku sedikit garam untuk kopiku?" Setiap orang yang ada di sekitar mereka memandang lelaki itu keheranan. Wajahnya memerah seketika, tetapi ia tetap memasukkan garam itu ke dalam kopinya lalu kemudian meminumnya. Penuh rasa ingin tahu, gadis yang duduk di depannya bertanya, "Bagaimana kau bisa mempunyai hobi yang aneh ini?" 

Laki-laki itupun menjawab, "Ketika aku masih kecil, aku hidup di dekat laut, aku suka bermain-main di laut. Jadi aku tahu rasanya air laut, asin seperti rasa kopi asin ini. Sekarang, setiap kali aku meminum kopi asin ini, aku terkenang akan masa kecilku, tentang kampung halamanku, aku sangat merindukan kampung halamanku, aku merindukan orang tuaku yang tetap hidup di sana." Ia mengatakan itu sambil berurai air mata, kelihatannya ia sangat tersentuh.

Gadis itu berpikir, "Apa yang diceritakan oleh laki-laki tersebut adalah ungkapan isi hatinya yang terdalam. Orang yang mau menceritakan tentang kerinduannya akan rumahnya adalah orang yang setia, peduli dengan rumah dan bertanggung jawab terhadap seisi rumahnya." Maka gadis itupun mulai bercerita tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya dan keluarganya.

Merekapun berpacaran. Gadis iu menemukan semua yang dia inginkan di dalam diri laki-laki tersebut. Laki-laki itu begitu toleransi, baik hati, hangat dan penuh perhatian. Ia adalah laki-laki yang sangat baik, sehingga ia selalu merindukannya. Singkat cerita, merekapun menikah dan hidup bahagia. Setiap kali, ia selalu membuatkan kopi asin bagi suaminya karena ia tahu suaminya sangat menyukai kopi asin.

Sesudah empat puluh tahun menikah, meninggallah suaminya. Ia meninggalkan sebuah surat untuk istrinya:

"Sayangku, maafkan aku, maafkan kebohonganku selama aku hidup. Inilah satu-satunya kebohonganku padamu, yaitu tentang 'kopi asin'. Ingatkah engkau pertama kali kita bertemu dan berpacaran? Saat itu aku begitu gugup untuk memulai percakapan kita. Karena kegugupanku, aku akhirnya meminta garam padahal yang aku maksudkan adalah gula. Selama hidupku banyak kali aku mencoba untuk mengatakan kepadamu hal yang sebenarnya, sebagaimana aku telah berjanji bahwa aku tidak akan pernah berbohong kepadamu untuk apapun juga. Tetapi aku tidak sanggup mengatakannya. Kini aku sudah mati, aku tidak takut lagi, maka aku memutuskan untuk mengatakan kebenaran ini kepadamu bahwa aku tidak suka kopi asin. Rasanya aneh dan tidak enak. Selama hidupku aku baru meminum kopi asin sejak aku mengenalmu. Meski begitu, aku tidak pernah menyesal untuk apapun yang aku lakukan untukmu. Memiliki engkau merupakan kebahagiaan terbesar yang pernah aku miliki selama hidupku. Jika aku dapat hidup untuk kedua kalinya, aku tetap ingin mengenalmu dan memilikimu selamanya, meskipun aku harus meminum kopi asin lagi."

Air mata wanita itu membasahi surat yang dibacanya... Suatu hari seseorang bertanya kepadanya, "Bagaimana sih rasa kopi asin itu?" Dan wanita itupun menjawab, "Rasa kopi ini sangat enak bagiku."

Terima Kasih Ibuku


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?. Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". 

"Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas? Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis? Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,
"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.

Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Terima kasih Ibuku!

Kisah tentang Sebatang Pensil


Alkisah ada seorang pembuat pensil, sebelum mengirim pensilnya ke dunia dia memberikan empat pesan:

1. Kamu bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hanya jika kamu mau berada di tangan seseorang.

2. Kamu akan menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu untuk menjadi pensil yang baik.

3. Bagian yang terpenting dari hidupmu adalah bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya.

4. Pada permukaan mana pun juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah menulis.

Ilustrasi di atas menyimpan kebenaran rohani yang luar biasa...

Pertama, kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu melakukan hal yang besar. Tapi kita harus membiarkan diri kita berada di tangan Tuhan, agar dapat dipakai-Nya dalam pekerjaan-Nya yang besar.

Kedua, ada kalanya kita akan mengalami proses-proses pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat menderita, tetapi mau tidak mau kita harus melewati proses itu demi kebaikan kita sendiri. Agar hidup kita berubah dari kedagingan menjadi hidup di dalam roh. Proses pengeratan kedagingan kita ini akan membuat karakter ilahi muncul dalam hidup kita.

Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup kita adalah bukan bagian luarnya tapi bagian yang ada di dalam. Jangan pernah terjebak dengan hal-hal yang hanya merupakan penampilan luar saja. Tuhan tidak pernah tergiur dengan topeng-topeng kita. Tuhan lebih melihat kedalaman hati kita.

Keempat, di mana pun Tuhan taruh kita, selalu tinggalkan jejak atau “tulisan-tulisan” yang benar-benar bisa memengaruhi orang yang membacanya. “Tulisan” itu berupa hal-hal yang kita kerjakan dalam hidup kita yang diubahkan dan dipakai Tuhan untuk menjadi berkat buat sekeliling kita.

Biarlah hidup kita memberi pengaruh pada orang-orang sekeliling kita dan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang bertemu dengan kita.

Don't Judge a Book by Its Cover




 "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 
I Samuel  16:7


Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.

Mereka meminta janji untuk bertemu. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard," kata sang pria lembut. "Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat. "Kami akan menunggu,"jawab sang wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pimpinan.

"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.

Sang Pimpinan Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkah?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sang Pimpinan Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."

Sang Pimpinan Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak,"Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami mengeluarkan lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pimpinan Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Tuan dan nyonya Leland Stanford bangkit lalu berjalan pergi, mereka melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, disana mereka mendirikan sebuah universitas yang menyandang nama anak mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di Amerika Serikat.

Baju hanyalah bungkusan belaka, so... jangan menilai seseorang dari bajunya.


Never Giving Up!


Jangan menyerah... selesaikan pertandingan kita dengan baik!

2 Timotius 4:7


Johny Fulton ditabrak oleh sebuah mobil ketika berusia tiga tahun. Dia mengalami luka-luka yang parah. Pinggulnya retak, tulang iganya patah, tulang tengkoraknya retak dan tulang kakinya remuk. Harapan hidupnya sangat tipis. Namun dia tidak menyerah. Kenyataannya, setelah melalui perjuangan dia bisa berlari sejauh 800 meter hanya dalam waktu dua menit.

Shelly Mann lumpuh total karena menderita sakit polio saat berusia lima tahun. Namun dia tidak menyerah. Dia akhirnya mencatat sembilan rekor renang nasional untuk gaya yang berbeda dan memenangkan medali emas bagi Amerika dalam Olimpiade Melbourne tahun 1956.

Karoly Takacs adalah anggota tim menembak Hungaria yang menjadi juara dunia untuk jenis pistol. Dia juga menjadi tentara berpangkat sersan. Tahun 1938, dia mengalami kecelakaan. Dia kehilangan tangan kanan karena granat yang dipegangnya meledak. Namun dia tidak menyerah. Dia berlatih menembak dengan tangan kiri dan memenangkan medali emas dalam Olimpiade tahun 1948 dan 1952.

Woodrow Wilson tidak bisa membaca hingga usia sepuluh tahun. Namun dia tidak menyerah. Dia menjadi Presiden Amerika ke-28. Pada usia tujuh tahun, dia harus bekerja menghidupi keluarganya. Usia 9tahun, ibunya meninggal dunia. Usia 20 tahun, dia kehilangan pekerjaan sebagai penjaga toko. Usia 23 tahun, dia meminjam uang dan bermitra dengan orang lain untuk membuka toko kecil. Usia 26 tahun, mitra usahanya meninggal dunia dan meninggalkan hutang yang sangat besar.

Usia 35 tahun, dia gagal dua kali ketika mencalonkan diri sebagai anggota Kongres. Usia 37 tahun, dia menang pemilihan anggota Kongres. Usia 39 tahun, gagal terpilih kembali. Usia 41 tahun, anak lakinya meninggal dalam usia mpat tahun. Usia 42 tahun, ditolak menjadi pengawas tanah. Usia 45 tahun, dia mencalonkan diri sebagai anggota Senat, tapi gagal terpilih. Usia 47 tahun, dia dikalahkan dalam pemilihan Wakil Presiden. Usia 47 tahun, dia mencalonkan diri lagi menjadi anggota Senat, tapi gagal terpilih lagi.

Usia 51 tahun, dia akhirnya terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Pada masa jabatannya yang kedua, dia terbunuh. Meski begitu namanya termasuk diantara orang-orang besar di dunia.

4 Istri Kaisar

"Tetapi carilah dahulu kerajaan ALLAH dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu!" Matius 6:33

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang kaisar kaya raya yang memiliki 4 istri. 

Ia mencintai istri ke-4nya dan memanjakannya dengan harta benda. 

Ia juga mencintai istri ke-3nya dan selalu membanggakannya sampai ke kerajaan tetangga. 

Istri ke-2nya berhati baik dan mulia sehingga raja sering meminta nasihatnya. 

Sementara, istri pertamanya sangat setia dan sangat mencintai kaisar, tapi agak tidak dipedulikan kaisar.

Suatu hari, kaisar jatuh sakit dan tahu waktunya sudah dekat. Ia mengingat kehidupannya yang sangat mewah dan merasa takut bila ia meninggal sendirian. 

Oleh karena itu ia bertanya pada istri pertamanya,”kamulah yang paling kucintai, aku selalu memberimu gaun terindah dan perhatian berlebih. Sekarang aku sekarat. Maukah kau mengikutiku dan menemaniku?”

Ia langsung menjawab tidak dan langsung berlalu.

Kemudian kaisar bertanya pada istri ke-3nya,”Aku mencintaimu sepanjang hidupku. Maukah kau menemaniku?”

Ia langsung menjawab,”Tidak! Hidup terlalu indah. Jika anda meninggal, saya akan menikah lagi”

Kemudian kaisar bertanya pada istri ke-2nya,”Aku selalu meminta bantuanmu dan kamu selalu ada untukku. Maukah kau menemaniku?"

Ia menjawab,”Maaf,baginda. Saya tidak bisa. Tapi saya akan mengurus pemakaman anda”

Hilanglah harapan sang kaisar. Tiba-tiba terdengar suara...

“Saya akan tinggal bersama anda dan mengikuti kemanapun anda pergi”

Kaisar mendongak ke atas, ia melihat istrinya yang sangat kurus dan tidak terawat. Lalu ia berkata,”seandainya aku mempunyai kesempatan, aku seharusnya merawatmu lebih baik”

Renungkan!

Sebenarnya kita memiliki 4 istri dalam hidup.

Istri ke-4 = Tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu kita gunakan atau usaha yg kita lakukan unutk memperindahnya, tubuh akan meninggalkan kita saat kita mati.

Istri ke-3 = Harta benda, status,dan sahabat. Tidak peduli seberapa sering mereka meluangkan waktu untuk kita, tentu saja mereka tidak dpt menemani lagi saat kita meninggal.

Istri ke-2 adalah Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan.  Kita lebih sering memgejarnya daripada mengejar Pengetahuan tentang Kehidupan Kekal yang TUHAN sediakan.

Sementara, istri pertama adalah jiwa, yang sering kita abaikan ketika mengejar kejayaan, kekuasaan, dan kenikmatan duniawi.

Kamis, 25 Oktober 2012

It is good!


Alkisah ada seorang raja yang mempunyai seorang teman baik. Temannya ini punya kebiasaan berkomentar, "Ini bagus!" apapun situasi dalam hidupnya, baik positif maupun negatif.

Suatu hari sang Raja dan temannya pergi berburu. Temannya mempersiapkan dan mengisikan peluru untuk senapan sang Raja. Kelihatannya teman raja ini telah melakukan kesalahan waktu mempersiapkan senjata tersebut, karena saat raja menerima senapan itu dari temannya, senapan itu meletus dan melukai jempolnya.

Seperti biasa teman raja itu berkomentar, "Ini bagus!", namun sang raja menjawab, "Tidak, ini tidak bagus!" dan sang raja menjebloskan temannya ke penjara.

Kurang lebih setahun kemudian, sang Raja pergi berburu dan sampai ke daerah yang berbahaya. Ia ditangkap oleh sekelompok orang kanibal, kemudian dibawa ke desa mereka. Mereka mengikat tangannya dan menumpuk kayu bakar, bersiap untuk membakarnya. Ketika mereka mendekat untuk menyalakan kayu tersebut, mereka melihat bahwa sang Raja tidak mempunyai jempol. Mereka punya adat kebiasaan untuk tidak pernah makan orang yang tidak utuh, karena itu akhirnya mereka membebaskan sang raja.

Dalam perjalanan pulang, sang raja teringat akan kejadian yang menyebabkan dia kehilangan jempolnya dan merasa menyesal atas perlakuannya terhadap teman baiknya. Sang raja langsung pergi ke penjara untuk berbicara dengan temannya. "Kamu benar," katanya,"Baguslah bahwa aku kehilangan jempolku." Dan ia menceritakan kejadian yang baru dialaminya kepada temannya itu. "Saya menyesal telah menjebloskan kamu ke penjara begitu lama. Saya telah berlaku jahat kepadamu."

"Tidak," kata temannya, "Ini bagus!"

"Apa maksudmu? Ini bagus?! Bagaimana bisa bagus, aku telah mengirim kamu ke penjara selama satu tahun," sahut sang raja.

Temannya itu menjawab, "Kalau kamu tidak memenjarakan aku, aku tadi pasti bersamamu. Dan kalau aku bersamamu maka aku pasti juga ditangkap oleh suku kanibal itu."

Sering kali saat kita mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, kita bertanya-tanya mengapa Tuhan membiarkan hal itu terjadi? Terlebih bila selama ini kita merasa telah menjadi anak Tuhan yang baik. Mengapa hal-hal buruk masih terjadi pada kita? Tapi percayalah Tuhan tak pernah merancangkan yang buruk bagi kita (Yeremia 29:11).

Jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu yang tidak enak yang sedang kita alami dalam hidup ini, tetap percaya pada-Nya, tetap mengucap syukur pada Tuhan dalam segala hal... Karena pada akhirnya kita akan melihat gambaran lengkap dari seluruh rancangan damai sejahtera Tuhan bagi kita.

Ternyata kita jauh lebih miskin yah!

Pada Suatu hari, Pak Deny mengajak anaknya yang masih kecil untuk berkunjung dan tinggal di desa kampung halamannya dulu. Pak Deny menghabiskan waktu kecilnya di desa sampai orang tuanya meninggal, lalu dia ikut Pamannya ke kota. Dan di kota itulah Pak Deny menjadi pengusaha yang sukses dan berhasil. Kini dia menjadi orang yang kaya.

Desa tersebut jauh dari perkotaan. Suasananya masih sangat sederhana. Dan warganya pun identik dengan orang miskin. Pak Deny ingin mengajari anaknya tentang arti Miskin dan Kaya. Dia ingin menunjukan pada anaknya bagaimana rasanya hidup jadi orang miskin.

Selama beberapa hari di desa, Pak Deny dan ankanya menginap di rumah milik sahabat masa kecilnya, Pak Wahyu. Rumahnya sangat sederhana. Dindingnya dari papan, tidak punya pagar, dan sekitar 15 meter dari belakang rumahnya terdapat aliran sungai kecil yang masih bening airnya. Sungai tersebut menjadi tempat bermain Pak Deny waktu kecil bersama teman-temannya. Di samping rumah terdapat kebun dan halaman depan membentang luas, tempat anak-anak mengembala ternaknya dan bermain layangan bersama-sama.

Seminggu berlalu, Pak Deny dan anaknya pun kembali ke kota. Di perjalanan dia bertanya pada anaknya “Gimana nak..? Apa yang kamu rasain setelah seminggu tinggal di desa? Apa yang kamu dapat dari seminggu kemarin”, tanyanya dengan senyum sembari berharap anaknya memahami tentang perbedaan kaya dan miskin.

“Asyik yah.. menyenangkan sekali” jawab sang anak dengan riangnya. “Kita harus repot-repot membangun kolam renang yang mahal di belakang rumah, sedangkan mereka punya kolam renang yang panjaaaaang sekali”. “Juga halaman kita sempit dan tidak bisa melihat apa-apa karena terhalang sama tembok, tapi mereka punya halaman yang luaaaass sekali, sejauh mata memandang, bahkan bisa untuk main layangan bersama-sama! Kita harus membangun taman, sedangkan mereka punya taman yang besar sekali! Kita harus antri di supermaket untuk membeli sayur dan buah, sedangkan mereka tinggal petik dari kebun dan gratis pula!.

Sambil tarik nafas anak itu melanjutkan “Kita harus ke luar negri untuk beli lampu taman, sedangkan lampu taman mereka banyaaaak sekali, bertaburan dan kelap kelip di angkasa! Tiap hari ayah kerja dari pagi sampai malam, sedangkan mereka sore hari orang tuanya bisa bercanda dan bermain dengan anka-anaknya! Kita harus ke kebun binatang kalau mau naik hewan, sedangkan mereka setiap hari mau naik apapun juga bisa, ada sapi, kerbau, bahkan kuda! Gak perlu bayar pula! Wah, ternyata kita orang miskin, kita sangat kalah kaya dengan mereka yah..!”.

Pembaca yang luar biasa, sesungguhnya kaya miskin itu tidak tergantung oleh harta, tapi tergantung cara kita menikmatinya dan bersyukur. Jika kita dalam kekurangan, tapi masih bisa bersyukur dan menikmatinya, untuk apa kaya tapi lupa untuk bersyukur? Sesungguhnya hidup ini penuh hal yang tak ternilai dengan harta.


Secangkir Kopi Asin


(Catatan: Kopi bukanlah jenis minuman yang baik untuk dikonsumsi , penggunaan jenis minuman kopi dalam artikel ini hanyalah semata-mata untuk ilustrasi.)

Seorang laki-laki datang ke sebuah pesta. Meskipun penampilannya tidak jauh berbeda dengan penampilan laki-laki lain yang datang, namun kelihatannya tidak seorangpun yang tertarik padanya. Ia lalu memperhatikan seorang gadis yang dari tadi dikelilingi banyak orang. Di akhir pesta itu, ia memberanikan diri mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi. 

Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap yang sopan, gadis itupun memenuhi undangannya. Mereka berdua kini duduk di sebuah warung kopi. Begitu gugupnya laki-laki itu hingga ia tidak tahu bagaimana harus memulai sebuah percakapan.

Tiba-tiba ia berkata kepada pelayan, "Dapatkah engkau memberiku sedikit garam untuk kopiku?" Setiap orang yang ada di sekitar mereka memandang lelaki itu keheranan. Wajahnya memerah seketika, tetapi ia tetap memasukkan garam itu ke dalam kopinya lalu kemudian meminumnya. Penuh rasa ingin tahu, gadis yang duduk di depannya bertanya, "Bagaimana kau bisa mempunyai hobi yang aneh ini?" 

Laki-laki itupun menjawab, "Ketika aku masih kecil, aku hidup di dekat laut, aku suka bermain-main di laut. Jadi aku tahu rasanya air laut, asin seperti rasa kopi asin ini. Sekarang, setiap kali aku meminum kopi asin ini, aku terkenang akan masa kecilku, tentang kampung halamanku, aku sangat merindukan kampung halamanku, aku merindukan orang tuaku yang tetap hidup di sana." Ia mengatakan itu sambil berurai air mata, kelihatannya ia sangat tersentuh.

Gadis itu berpikir, "Apa yang diceritakan oleh laki-laki tersebut adalah ungkapan isi hatinya yang terdalam. Orang yang mau menceritakan tentang kerinduannya akan rumahnya adalah orang yang setia, peduli dengan rumah dan bertanggung jawab terhadap seisi rumahnya." Maka gadis itupun mulai bercerita tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya dan keluarganya.

Merekapun berpacaran. Gadis iu menemukan semua yang dia inginkan di dalam diri laki-laki tersebut. Laki-laki itu begitu toleransi, baik hati, hangat dan penuh perhatian. Ia adalah laki-laki yang sangat baik, sehingga ia selalu merindukannya. Singkat cerita, merekapun menikah dan hidup bahagia. Setiap kali, ia selalu membuatkan kopi asin bagi suaminya karena ia tahu suaminya sangat menyukai kopi asin.

Sesudah empat puluh tahun menikah, meninggallah suaminya. Ia meninggalkan sebuah surat untuk istrinya:

"Sayangku, maafkan aku, maafkan kebohonganku selama aku hidup. Inilah satu-satunya kebohonganku padamu, yaitu tentang 'kopi asin'. Ingatkah engkau pertama kali kita bertemu dan berpacaran? Saat itu aku begitu gugup untuk memulai percakapan kita. Karena kegugupanku, aku akhirnya meminta garam padahal yang aku maksudkan adalah gula. Selama hidupku banyak kali aku mencoba untuk mengatakan kepadamu hal yang sebenarnya, sebagaimana aku telah berjanji bahwa aku tidak akan pernah berbohong kepadamu untuk apapun juga. Tetapi aku tidak sanggup mengatakannya. Kini aku sudah mati, aku tidak takut lagi, maka aku memutuskan untuk mengatakan kebenaran ini kepadamu bahwa aku tidak suka kopi asin. Rasanya aneh dan tidak enak. Selama hidupku aku baru meminum kopi asin sejak aku mengenalmu. Meski begitu, aku tidak pernah menyesal untuk apapun yang aku lakukan untukmu. Memiliki engkau merupakan kebahagiaan terbesar yang pernah aku miliki selama hidupku. Jika aku dapat hidup untuk kedua kalinya, aku tetap ingin mengenalmu dan memilikimu selamanya, meskipun aku harus meminum kopi asin lagi."

Air mata wanita itu membasahi surat yang dibacanya... Suatu hari seseorang bertanya kepadanya, "Bagaimana sih rasa kopi asin itu?" Dan wanita itupun menjawab, "Rasa kopi ini sangat enak bagiku."

Jangan Menoleh ke Belakang



A Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.


Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak,"Hebat, hebat."

Setelah tepuk tangan huh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dan lagunya itu.

Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan satu senar' Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.

Renungan:
Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi?

Jika demikian, janganlah melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mainkanlah itu dengan indahnya.