Rabu, 19 Desember 2012

Makna Natal


Hari ini adalah Hari Natal. Tidak diragukan kamu akan menerima banyak hadiah dan kejutan, tapi tak ada satupun yang dapat disamakan dengan karunia yang dikatakan dalam ayat kita hari ini.

Ada sebuah kisah lama yang indah tentang raja Shah Abbis, yang menjadi raja pada zaman dulu di Persia. 

Diceritakan dia menyamar dan berjalan keliling dan bergaul dengan rakyatnya untuk mengetahui apakah mereka bahagia. Dia menyusuri jalanan, makan di rumah mereka, dan bekerja bersama mereka di ladang dan tempat kerja mereka.

Pada suatu sore dia berhenti dan berbicara dengan seorang pekerja yang menjaga perapian. Pekerja itu selalu gembira dan berbicara dengan bebas mengenai pekerjaannya, istrinya, dan anak-anaknya, dikira tamunya itu adalah seorang miskin yang ingin beristirahat sejenak di tempat yang hangat. 

Pada malam berikutnya raja itu datang lagi, dan pada malam berikutnya datang lagi dan datang lagi. Pekerja itu sangat ramah dan bahagia dan baik dan bahkan mau berbagi makan siangnya dengan tamunya itu. Merekapun menjadi teman akrab dan akhirnya raja berkata, "Saya rasa sebaiknya saya mengatakan yang sebenarnya kepadamu, saya bukanlah orang miskin yang mau beristirahat sejenak ditempat hangat dan senang ditemani oleh mu. Saya adalah raja yang sedang menyamar."

Pekerja itu heran atas kata-katanya. Kemudian raja menambahkan, "Sekarang kamu tahu siapakah saya sebenarnya. Saya harap kamu mau mengajukan permintaan akan kemurahanku." Tapi pekerja itu berkata, "Tidak, tidak, rajaku. Saya tidak ada permintaan. Berpikir bahwa rajaku telah mengunjungiku, berbicara denganku, dan mau makan bersama denganku, semua itu adalah karunia yang terbesar yang tuanku telah berikan kepadaku. Kenangan persahabatan bersama tuanku tidak akan pernah aku lupakan selamanya."

Demikian juga dengan Hari Natal. Kita semua tahu ada banyak mitos dan legenda berkaitan dengan hal ini, tapi kenyataannya adalah bahwa Yesus, sang raja, telah lahir dan hidup di dunia ini sebagai seorang manusia, berjalan sepanjang jalan bersama orang-orang, makan bersama di rumah mereka, mengajar dan menyembuhkan banyak orang dan membuat anak-anak senang.

Hanya karena nama Kristus berkaitan dengan hari natal (Chrismast) maka dunia tua ini berhenti sejenak dan melupakan kepentingan dirinya, dan mencoba untuk membuat orang lain bahagia. 

Seorang anak kecil berjalan di jalan raya dengan ayahnya melihat sebuah lampu reklame toko yang menjual hiasan natal.

Pada lampu reklame itu tertulis XMAS untuk menyebutkan Christmas. Setelah keheranan sejenak dia bertanya kepada ayahnya, "Ayah, mengapa mereka menuliskan Christmas dengan XMAS?"Ayahnya kebingungan sejenak, kemudia berkata,"Saya tidak tahu, nak."
Sejenak anak itu berdiam. Kemudian berkata "Ayah, apakah itu dilakukan karena mereka mau menghapus Kristus (Christ) dari Christmas (hari natal)? Apakah mereka telah membuang Kristus ,ayah?"

Karena tak tahu apa yang akan dikatakan maka ayah itu berkata, "mungkin anakku, mungkin juga." 

Pastikanlah, kamu jangan mengeluarkan/membuang Kristus dari hari Natal. Jadikanlah itu kebahagiaan tertinggi di hari Natal dengan mengikuti teladan Kristus, melupakan diri sendiri dan berusaha membuat orang lain bahagia. Hanya dengan menjadi seperti Dia, kita akan diberkati Tuhan, Selamat Natal!

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar