Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Forgive & Forget


Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya.

Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis diatas pasir : HARI INI SAHABATKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi.

Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis disebuah batu : HARI INI SAHABATKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya diatas pasir, dan sekarang kamu menulis diatas batu ?”

Temannya sambil tersenyum menjawab: “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Belajarlah menulis di atas pasir.

Since we all need forgiveness, we should always be forgiving.

Efesus 4:32
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Kolose 3:13
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Botol Obat yang Pecah


Dr. Lin Ting Tung adalah orang Taiwan pertama yang menjadi dokter dan menjadi Kristen. Ini terjadi pada akhir abad ke-19. Ia bekerja di rumah sakit kecil yang dirintis oleh Dr. Maxwell, seorang misionaris Inggris. Ketika itu tingkat kesehatan masyarakat di Taiwan sangat rendah dan cara pengobatan masih sangat sederhana.

Pada suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit itu dan meminta obat untuk ibunya yang sedang demam akibat malaria. Anak ini berjalan lebih dari dua jam dari desanya ke rumah sakit melalui jalan setapak melewati hutan dan sawah.

Ketika nama ibunya dipanggil, anak ini langsung bangkit dari bangkunya, meraih botol obat dan bergegas pulang. Sore harinya pukul lima, ketika kamar obat akan ditutup, seorang perawat tampak bingung dan berbisik, "Dokter Lin, botol obat untuk pasien malaria masih ada disini. Tetapi ada satu botol yang hilang. Isinya disinfektan."

Dr.Lin terkejut, diperiksanya botol yang tertinggal, benar isinya obat malaria. Jadi, anak tadi membawa botol yang salah! Botol-botol di kamar obat itu memang berbentuk sama dan berwarna sama lagipula, baik obat malaria maupun disinfektan sama-sama cairan.

"Celaka kita, ibu itu bisa mati. Disinfektan itu obat keras pembunuh kuman untuk kamar operasi. Kalau sampai diminum, usus bisa terbakar dan orang itu akan mati," ujar Dr.Lin dengan wajah pucat. Segera mereka melaporkan peristiwa ini kepada Dr.Maxwell.

Ia juga terkejut. "Sekarang pukul lima, anak itu pergi dari sini pukul tiga jadi dia sudah hampir tiba. Tidak mungkin kita mengejarnya. Kita tidak tahu jalan kedesa itu," ujar Dr.Maxwell.

Dr.Maxwell termenung, lalu ia berkata, "Mulai hari ini semua obat keras tidak boleh diletakkan diatas meja, sekarang panggil semua karyawan untuk berkumpul. Kita akan berdoa."

Begitulah semua orang yang bekerja di rumah sakit itu berkumpul dan berdoa. Dr.Maxwell berdoa, "Tuhan, kami telah membuat kecerobohan. Ampunilah kami. Nyawa seorang ibu sedang terancam. Tolonglah dia, cegahlah dia agar tidak meminum obat yang salah itu..."

Malam harinya Dr.Lin berdinas malam. Ia harus bertanggung jawab atas kematian ibu ini. Esok harinya, ketika masih subuh pintu diketuk. Ternyata itu anak yang kemarin membawa botol yang keliru. Mukanya pucat ketakutan. Dr.Lin juga takut. Kedua orang itu berdiri saling memandang dengan gugup.

Kemudian anak itu berkata, "Maaf dokter. Kemarin saya bawa botol itu sambil berlari, lalu saya jatuh, botol itu pecah dan isinya tumpah."

Dr.Lin yang masih terpaku karena gugup langsung bertanya, "Kapan jatuhnya?"

Anak itu menjadi makin ketakutan, "Maaf, dokter. Saya baru datang sekarang, jatuhnya kemarin sore, menjelang gelap."

Dr.Lin langsung ingat: Menjelang gelap... itu adalah saat ketika semua karyawan rumah sakit berkumpul mendoakan ibu anak ini! Jiwa ibu anak ini tertolong, isi botol yang salah itu tidak sampai terminum, karena botol itu pecah ditengah jalan.

Kita bisa lihat peristiwa ini dari sudut si anak. Ia pulang membawa botol obat ini sambil berlari. Ia ingin cepat-cepat memberikan obat ini kepada ibunya. Ia ingin menunjukan baktinya kepada ibunya. Ia ingin ibunya cepat sembuh. Anak ini tidak mengetahui bahwa botol yang sedang dipegangnya berisi racun. Ia tidak bisa membaca tulisan dibotol itu. Ia buta huruf. Anak ini berlari terus. Jalan dari desa ke rumah sakit dikota sangat jauh. Perginya dua jam, pulangnya dua jam. Ia letih. Lalu, tiba-tiba ia tersandung. Ia jatuh. Mungkin ia terluka, tetapi yang paling celaka: Botolnya jatuh dan pecah, cairan isinya tumpah ditanah.

Bayangkan bagaimana perasaan anak itu. Ia kecewa, sedih dan takut. Bagaimana kalau penyakit ibunya makin parah. Bagaimana kalau dokter itu marah? Anak ini sangat terpukul oleh kejatuhan ini. Saat itu ia belum tahu bahwa justru terjatuhnya dia ini menolong nyawa ibunya.

Mungkin orang lain akan tersenyum, ah, itu cuma kebetulan, namun kita orang percaya akan bersaksi, "Dalam Tuhan tidak ada yang kebetulan."
Itulah juga kesaksian Rasul Paulus di Roma 8:28: "...Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia..."

"SEGALA SESUATU" berarti segala keadaan atau segala kejadian, baik berhasil maupun kejatuhan. Kejatuhan dapat berbentuk musibah, penyakit atau kegagalan. Seringkali kita mengira bahwa Allah hanya hadir dan bekerja dalam keberhasilan. Padahal Allah juga hadir dan bekerja dalam kejatuhan.

Apa tujuan Allah bekerja dalam kejatuhan?
Paulus menjawab, "...untuk mendatangkan KEBAIKAN..."
Jadi Tuhan dapat mendatangkan kebaikan melalui sebuah kejatuhan.

Jumat, 19 April 2013

Perkenalkan, namaku adalah "Uang"


Perkenalkan namaku UANG...

Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.

Aku juga bisa merubah 'perilaku' bahkan 'sifat' manusia karena manusia mengidolakan aku. Banyak orang merubah kepribadiannya,­­­ mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!
 
Aku tidak mengerti perbedaan orang saleh dan bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya atau miskin dan terhormat atau terhina.

Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.

Aku juga bukan orang ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara-gara aku. Anak dan orangtua berselisih gara-gara aku.

Sangat jelas juga aku bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan, bahkan kerap kali hamba-hamba Tuhan lebih menghormati aku daripada Tuhan, padahal Tuhan sudah pesan jangan jadi hamba uang...

Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?!

Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tapi tidak mampu memperpanjang hidup anda.

Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tidak akan bisa menemani anda, apalagi menjadi penebus dosa-dosa anda, anda harus menghadap sendiri dengan sang Pencipta lalu menerima penghakiman-NYA.

Dan informasi terakhirku: aku TIDAK ADA DI SURGA! Jadi jangan cari aku disana ya...


Anak Kerang

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “TUHAN tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.” 


Si ibu terdiam, sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. 

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Kamis, 14 Februari 2013

Jangan Pernah Menyerah : Thomas Alva Edison

"Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga  mereka dibinasakan oleh malaikat maut." 1 Korintus 10:10

Allah mengiringi umat-umat pilihan-Nya. Tetapi sebelum Dia bisa membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian perlu bagi dia untuk menguji mereka, untuk melihat apakah mereka mematuhi perintah-Nya. Dia menguji pada peristiwa air yang pahit di Mara; mereka gagal dan bersungut-sungut. Dia menguji mereka-dengan perjalanan 15 hari melalui hutan belantara; mereka gagal dan bersungut-sungut. Lagi dan lagi mereka gagal dan bersungut-sungut, dan orang-orang yang bersungut-sungut tidak pernah masuk ke dalam Tanah Perjanjian. 

11 Februari adalah hari ulang tahun penemu terbesar di dunia — Thomas Alva Edison. Dia dilahirkan di Milan, Ohio, 1847. 

Salah satu dari sifatnya yang terkenal adalah dia tak pernah mengakui kegagalan atau kekalahan; dia tidak pernah menyerah. Dia dihargai karena membuat 1100 penemuan dalam waktu 60 tahun. 

Setelah menyelesaikan 10.000 eksperimen dengan sebuah proyek dalam laboratorium listriknya, beberapa teman meminta dia tidak patah semangat karena kegagalannya. Tetapi Edison menjawab, "Saya tidak gagal. Saya telah menemukan 10.000 cara yang tidak bisa berjalan baik!" Dia memberikan pada dunia kata-kata yang terkenal, "Keberhasilan adalah 1% inspirasi dan 99% keringat." 

Pada waktu dia berusia 9 tahun ibunya membelikan dia sebuah buku kimia. Tom muda membuktikan setiap eksperimen untuk menyakinkan itu benar. Dia mempunyai 100 botol yang ditandai tulisan "racun" agar orang lain tidak menyentuhnya. Pada waktu dia berusia 12 tahun dia memperoleh pekerjaan menjual koran, permen, dan kacang di atas kereta api. 

Di antara waktu perjalanannya di atas kereta api, dia terus bereksperimen di dalam bagasi mobil, sampai suatu hari terjadi sebuah ledakan dan membakar mobilnya. 

Pada usia 16 dia bekerja sebagai seorang operator telegraf. Dia harus melaporkan kegiatan kereta api setiap jamnya ke Toronto, di Kanada. Segera, dia menemukan sebuah alat yang bisa membuat laporan secara otomatis. 


Pada tahun 1877 dia menemukan gramopon, pada tahun 1879 menemukan lampu pijar listrik, dan pada tahun 1887 menemukan mesin gambar bergerak yang disebut Kinetoskop. 

Dia disebut "Wizard of Menlo Park" (Tukang Sulap dari Menlo Park). Namun di dalam kebesarannya dia rendah hati. "Saya bisa menemukan," dia berkata, "tetapi tidak bisa mencipta." 

TUHAN memberikan pada kita talenta juga. Kita mungkin membuat beberapa kesalahan; kita mungkin menghadapi kegagalan; tetapi jangan pernah bersungut-sungut dan jangan pernah menyerah.

Selasa, 12 Februari 2013

Seorang Tukang Roti yang Licik dan Petani yang Jujur

Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram mentega dari seorang petani. Ia curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar, berat mentega itu tidak penuh satu kilogram. Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan. 

Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu dimajukan ke sidang pengadilan. Pada saat sidang, hakim berkata pada petani, "Tentu kau mempunyai timbangan?" "Tidak, tuan hakim," jawab petani.


"Lalu, bagaimana kau bisa menimbang mentega yang kau jual itu?" tanya hakim. Petani itu menjawab, "Ah, itu mudah sekali dijelaskan, tuan hakim. Untuk menimbang mentega seberat satu kilogram itu, sebagai penyeimbang, aku gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu."

Nah...! Cukup banyak contoh, kekesalan kita pada orang lain berasal dari sikap kita sendiri pada orang lain.


Lukas  6:31
"Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka."

Minggu, 20 Januari 2013

Kuasa Pujian




Ini kisah nyata tentang seorang penyanyi terkenal di Eropa, wanita bersuara bagus. Dia bersuamikan seorang pemusik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, dan hal lain di bidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika isterinya menyanyi.

Kalau isterinya menyanyi, selalu saja ada komentar dan kritik seperti; bagian depan kurang tinggi. Lain kali dia berkata, bagian ini kurang pelan. Kali lain dia mengkritik, "bagian akhir harusnya "kres".. naik sedikit. Selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau isterinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya wanita itu malas menyanyi. Dia berkeputusan "Wah, tidak usah menyanyi saja, jika semua salah. Malah kadang menjadi pertengkaran..."

Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang is tahu isterinya bersuara bagus dan dia selalu memuji isterinya kalau bernyanyi.

Suatu ketika isterinya bertanya, "Pak, bagaimana laguku
Dia menjawab antusias, "Ma, saya ini selalu ingin cepat pulang karena mau dengar engkau menyanyi."

Lain kali dia berkata, "Ma, kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja. Sebelum saya menikah denganmu, saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara gergaji yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi, lagumulah yang terngiang-ngiang"

Istrinya sangat bersuka cita, tersanjung. Hal itu membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Mandi dia bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih dan berlatih. Suaminya mendorong hingga dia mulai merekam dan mengeluarkan kaset volume pertama dan ternyata disambut baik oleh masyarakat.
Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan dia terkenal bukan pada saat suaminya ahli musik, tetapi saat suaminya seorang tukang ledeng, yang memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi.

Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan, semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi. Omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah.


Kamis, 20 Desember 2012

Ibu adalah ...






SIAPAKAH KAU, IBUNDA? ...

Ibu adalah seseorang yang SERBA TIDAK TAHU. 

Ibu adalah seorang yang tidak tahu malu, TIDAK TAHU MALU saat bekerja keras demi anaknya.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU SAKIT, tetap senyum setelah merasa sakit saat melahirkan kita ke dunia.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU LELAH, tetap senyum setalah lelah saat seharian menggendong kita.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU CAPEK, tetap senyum meskipun setiap pagi menyiapkan kebutuhan kita.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU BAHAYA, apapun diterjang demi anaknya.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU MALAM, lupa tidur saat menyusui kita.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU LAPAR, rela tidak makan asal kita makan.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU SAKIT HATI, tetap senyum meskipun kita menjengkelkan.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU WAKTU, masih muda atau sudah tua tetap menyayangi kita.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU HITUNGAN, tidak pernah menghitung berapa biaya untuk membesarkan kita.

Ibu adalah seorang yang TIDAK TAHU MENYERAH, tetap mencari akal supaya kita tumbuh dengan layak.

Ibu adalah seorang PENAKUT, dia takut anaknya tidak bahagia.

Ibu adalah seorang yang PEMARAH, marah kalau anaknya disakiti.

Itulah keajaiban kasih sayang Ibu kepada Kita, bersimpuhlah kepadanya dan nyatakan cintamu. Tak perlu menunggu momen hari ibu.

Rabu, 19 Desember 2012

Makna Natal


Hari ini adalah Hari Natal. Tidak diragukan kamu akan menerima banyak hadiah dan kejutan, tapi tak ada satupun yang dapat disamakan dengan karunia yang dikatakan dalam ayat kita hari ini.

Ada sebuah kisah lama yang indah tentang raja Shah Abbis, yang menjadi raja pada zaman dulu di Persia. 

Diceritakan dia menyamar dan berjalan keliling dan bergaul dengan rakyatnya untuk mengetahui apakah mereka bahagia. Dia menyusuri jalanan, makan di rumah mereka, dan bekerja bersama mereka di ladang dan tempat kerja mereka.

Pada suatu sore dia berhenti dan berbicara dengan seorang pekerja yang menjaga perapian. Pekerja itu selalu gembira dan berbicara dengan bebas mengenai pekerjaannya, istrinya, dan anak-anaknya, dikira tamunya itu adalah seorang miskin yang ingin beristirahat sejenak di tempat yang hangat. 

Pada malam berikutnya raja itu datang lagi, dan pada malam berikutnya datang lagi dan datang lagi. Pekerja itu sangat ramah dan bahagia dan baik dan bahkan mau berbagi makan siangnya dengan tamunya itu. Merekapun menjadi teman akrab dan akhirnya raja berkata, "Saya rasa sebaiknya saya mengatakan yang sebenarnya kepadamu, saya bukanlah orang miskin yang mau beristirahat sejenak ditempat hangat dan senang ditemani oleh mu. Saya adalah raja yang sedang menyamar."

Pekerja itu heran atas kata-katanya. Kemudian raja menambahkan, "Sekarang kamu tahu siapakah saya sebenarnya. Saya harap kamu mau mengajukan permintaan akan kemurahanku." Tapi pekerja itu berkata, "Tidak, tidak, rajaku. Saya tidak ada permintaan. Berpikir bahwa rajaku telah mengunjungiku, berbicara denganku, dan mau makan bersama denganku, semua itu adalah karunia yang terbesar yang tuanku telah berikan kepadaku. Kenangan persahabatan bersama tuanku tidak akan pernah aku lupakan selamanya."

Demikian juga dengan Hari Natal. Kita semua tahu ada banyak mitos dan legenda berkaitan dengan hal ini, tapi kenyataannya adalah bahwa Yesus, sang raja, telah lahir dan hidup di dunia ini sebagai seorang manusia, berjalan sepanjang jalan bersama orang-orang, makan bersama di rumah mereka, mengajar dan menyembuhkan banyak orang dan membuat anak-anak senang.

Hanya karena nama Kristus berkaitan dengan hari natal (Chrismast) maka dunia tua ini berhenti sejenak dan melupakan kepentingan dirinya, dan mencoba untuk membuat orang lain bahagia. 

Seorang anak kecil berjalan di jalan raya dengan ayahnya melihat sebuah lampu reklame toko yang menjual hiasan natal.

Pada lampu reklame itu tertulis XMAS untuk menyebutkan Christmas. Setelah keheranan sejenak dia bertanya kepada ayahnya, "Ayah, mengapa mereka menuliskan Christmas dengan XMAS?"Ayahnya kebingungan sejenak, kemudia berkata,"Saya tidak tahu, nak."
Sejenak anak itu berdiam. Kemudian berkata "Ayah, apakah itu dilakukan karena mereka mau menghapus Kristus (Christ) dari Christmas (hari natal)? Apakah mereka telah membuang Kristus ,ayah?"

Karena tak tahu apa yang akan dikatakan maka ayah itu berkata, "mungkin anakku, mungkin juga." 

Pastikanlah, kamu jangan mengeluarkan/membuang Kristus dari hari Natal. Jadikanlah itu kebahagiaan tertinggi di hari Natal dengan mengikuti teladan Kristus, melupakan diri sendiri dan berusaha membuat orang lain bahagia. Hanya dengan menjadi seperti Dia, kita akan diberkati Tuhan, Selamat Natal!

Asal ada Makanan dan Pakaian Cukuplah!


I Timotius  6:8
"Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah."

Pada tahun 1923, di Hotel Edgewater Beach di Chicago, Illinois, 8 dari tokoh keuangan terkemuka di dunia bertemu dalam sebuah rapat. 

Resources (Sumber Daya) dan aset gabungan dari 8 orang ini berjumlah lebih dari keuangan negara Amerika Serikat pada saat itu. 

Charles Schwab

Dalam kelompok itu terdapat : Charles Schwab, presiden sebuah perusahaan baja; Richard Whitney, presiden Bursa Saham New York,; Albert Fall, seorang anggota kabinet Presiden yang secara pribadi adalah hartawan; Jesse Livermore adalah "beruang" Wall Street terbesar pada generasinya. Arthur Cutton, seorang spekulan gandum; Leon Fraser adalah presiden dari International Bank of Settlements, dan Ivan Krueger memimpin monopoli terbesar di Amerika Serikat. Sebuah perhimpunan para garuda raksasa yang mengesankan.

Apakah yang terjadi atas tokoh-tokoh ini beberapa tahun kemudian ? Schwab meninggal tanpa uang sepeser pun. Whitney menjalani hukuman seumur hidup di penjara Sing Sing. Fall diampuni dari penjara federal supaya ia dapat meninggal di rumahnya. Cutton jatuh bangkrut. Fraser, Livermore, dan Krueger mati bunuh diri. 7 dari 8 orang yang sangat kaya tersebut mengakhiri hidup mereka tanpa memiliki apa-apa.

Uang bukanlah jawaban atas kesulitan hidup ! Hanya Tuhan yang dapat memberi kita damai, kebahagiaan dan sukacita. Bila kita memusatkan diri pada Tuhan Yesus dan kebaikan-Nya, kita dapat hidup dengan puas karena mengetahui bahwa Tuhan akan memenuhi semua kebutuhan kita.

Senin, 10 Desember 2012

Kuasa Kasih


"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. "
1 Korintus 13:13 


Kasih sesungguhnya adalah adalah kuasa yang terbesar di dunia. Tanpa kasih tidak ada penurutan dan tidak ada keselamatan. Tanpa kasih tidak ada rumah tangga dan tidak ada surga. 

Ada satu ilustrasi yang paling menonjol tentang kuasa kasih. Terjadi pada Oktober 1973 berkaitan dengan kematian Kathryn Lawes. Katryn adalah istri Lewis E. Lawes, penjaga penjara Sing-Sing yang terkenal. 

Penjara Sing Sing
Selama tujuh belas tahun Katryn berjalan masuk keluar penjara. menemani orang-orang yang dikucilkan dari masyarakat. 

Katryn mendengarkan keluhan dan kekhawatiran para bapak. Katryn menulis surat bagi kriminal-kriminal muda yang sudah tidak berpengharapan. Katryn menunjungi keluarga para narapidana dan membawa makanan, pakaian dan uang sekalipun. Dan ketika orang-orang itu baru dibebaskan dari tahanan setelah bertahun-tahun terisolasi, sering kali Katryn yang membantu mereka menyesuaikan diri lagi dengan kebebasan. 

Warden lawes
Ketika dikabarkan berita kematiannya yang tragis akibat kecelakaan, dari orang-ke orang dari sel ke sel, berita itu membawa kesedihan yang dirasakan diseluruh penjara. Ketika tiba hari memakamkannya; seorang wakil dari para narapidana pergi pada Warden Lawes, meminta atas nama ratusan orang untuk diberi kesempatan untuk memberi penghormatan terakhir pada orang yang sangat mereka kasihi. 

Warden Lawes mendengarkan permohonan mereka dan menyetujui permohonan mereka. Malam sebelum acara pemakaman gerbang sebelah selatan penjara Sing Sing terbuka pelan-pelan dan sebuah barisan panjang yang terdiri dari pencuri, penjahat, pembunuh semua berbaris menuju kediaman keluarga Warden yang jaraknya sekitar 500 m. 

Tak ada pengawal. Tak ada senjata. Tapi tak seorangpun keluar dari barisan itu. Setibanya di rumah keluarga Warden mereka melewati peti jenazah. Setiap orang berhenti sejenak di depan peti jenazah, dengan hati hancur dan menangis, mereka bergerak maju. Membentuk sebuah barisan, mereka berjalan kembali ke sel penjara yang sunyi itu. 

Tidak heran Paulus mengatakan bahwa kasih memiliki kuasa yang terbesar di dunia. Ellen G. White mengatakan bahwa kasih adalah pemberian TUHAN yang sangat berharga, dan Henry Ward Beercher mengatakan bahwa kasih adalah sungai kehidupan di sunia ini. 

Jika kasih wanita yang baik itu mempunyai kuasa semacam itu untuk menghasilkan sebuah mujizat, mengapa Tuhan tidak bisa melakukan sesuatu seperti itu dengan kasihmu?

TUHAN-ku tidak akan membiarkanku Celaka


"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."Markus 16:17,18 



G.F. Jones
Janji Yesus pada orang percaya bukan hanya ditujukan pada kedua belas murid-Nya tapi juga ditujukan bagi semua pekerja Kristen yang mau mengkhotbahkan trip ke seluruh dunia. Termasuk Paulus, yang pengalamannya sudah kita baca hari ini. Dan disini ada pengalaman ajaib dalam kehidupan kapten G.F. Jones, dari Pasifik selatan. 

Mei 1908 dia mendarat di pantai bagian barat pulau Sumatra dan menyewa seekor kuda untuk mengadakan perjalanan ke daerah itu. Kebanyakan dari perjalanan itu sangat terjal dan melalui hutan lebat yang ada gajahnya, harimau, dan monyet-monyet besar. Penduduknya adalah beragama Muslim, dan ketika mereka mendapati bahwa kapten Jones tidak makan babi tidak merokok, dan tidak minum-minuman keras, mereka menyebut mereka "pelajar Allah" dan mereka menerima dia dengan baik. 

Pada suatu hari ketika kapten Jones beristirahat di siang hari, seekor ular besar menyerang kudanya yang sedang merumput, dan ular itu menggigit kuda itu di mulutnya. Pemilik kuda itu, termasuk salah satu dari rombongan yang mengiringi kapten Jones, sangat ketakutan. Dia merasa pasti kudanya akan segera mati. Dan dia mulai menangis karena dia akan kehilangan kuda yang membawa penghasilan baginya. Gigitan ular dianggap tanda kemarahan Allah, dan pemilik kuda itu mulai menyalahkan dirinya karena berurusan dengan kapten Jones yang bukan Islam.

"Sekarang Allah menghukum dia," dia meraung-raung. Perasaan pengikut kapten Jones berubah, dan tiba-tiba mereka menjadi ganas pada saat kuda itu mulai menderita karena gigitan ular. Untuk seketika Kapten Jones memikirkan apa yang harus dia lakukan. Kemudian dia bertelut dihadapan orang banyak dan berdoa. Dia mengatakan pada Tuhan betapa pentingnya bagi dia dan bagi orang-orang, agar kuda itu tidak mati. Kemudian dia menuntut janji yang ada dalam ayat renungan pagi kita pagi ini. 

Ketika dia selesai bertelut dan berdiri dia berkata pada orang-orang. "Tuhanku tidak akan membiarkan kuda itu mati. Tuhan sudah mendengar doaku." Kemudian dia menunggangi kuda yang masih gemetar itu dan pergi. Orang-orang mengikuti dia, dan mereka heran karena kuda itu baik-baik saja sampai akhir hari itu. 

Dan kamu bisa membayangkan tentunya orang-orang tambah menghormati sang kapten untuk sisa perjalanan itu.
Apa yang dilakukan Tuhan bagi kapten Jones, bisa juga dilakukan untukmu. lngat janji yang sangat berharga ini, dan berimanlah pada Tuhan.

Minggu, 25 November 2012

Aku akan datang kembali!


"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada." Yohanes 14:1-3.

Douglas MacArthur di Little Rock, Arkansas, 26 Januari 1880. Dia tamat dari US Military Academy di West Point pada tahun 1903. 

Setelah mencapai karir yang sukses dia ditugaskan menjadi penasehat militer di Philippine Commonwealth yang Baru dibentuk tahun 1935. Pada tanggal 7 Desember 1941, musuh tiba-tiba menyerang Pearl Harbor, di Hawai, yang memaksakan Amerika Serikat ikut perang dunia II. Di pihak yang kuat, tentara Amerika di Philipina sedang mengalami kekalahan sementara, dan pada bulan Maret, 1942, Jendral MacArthur diperintahkan untuk pergi ke Australia untuk menjadi komandan dari semua tentara bagian Pasifik Selatan dan harus melakukan persiapan untuk memerdekakan pulau-pulau itu dari tangan musuh.

Pada saat dia meninggalkan Corregidor pada malam hari dalam sebuah kapal torpedo angkatan laut, dia mengatakan pada orang Philipina, "Aku akan kembali!" kata-kata yang sangat indah! Dibisikkan dari tempat perlindungan ke tempat perlindungan, dari desa ke desa, dari penjara ke penjara, dari rumah sakit ke rumah sakit. "Dia akan datang lagi!" Orang-orang mengenal Douglas MacArthur. Mereka percaya dia akan datang kembali, dan dalam waktu kurang dari dua tahun, tanggal 20 Oktober 1944, dia datang kembali.

Kedatangannya menyebabkan musuh takut tapi membawa kegembiraan bagi orang-orang yang menderita. Langkah demi langkah pasukannya maju; pulau demi pulau dibebaskan, dan dalam 6 bulan Philipina sudah bebas! Hanya mereka yang ada disana yang bisa melukiskan kegembiraan itu. Tahanan dibebaskan; keluarga­-keluarga disatukan kembali. Orang-orang menangis gembira dan berdansa di jalan-jalan. 

Akan lebih indah dari itu saat Yesus datang lagi nanti. Dia berkata bahwa Dia akan datang. Percayalah! Dia akan datang satu hari nanti, dan segera. Hari itu akan menjadi hari yang sangat menggembirakan!

Jangan Pernah Menyerah!


Jangan menyerah... selesaikan pertandingan kita dengan baik!

2 Timotius 4:7


Johny Fulton ditabrak oleh sebuah mobil ketika berusia tiga tahun. Dia mengalami luka-luka yang parah. Pinggulnya retak, tulang iganya patah, tulang tengkoraknya retak dan tulang kakinya remuk. Harapan hidupnya sangat tipis. Namun dia tidak menyerah. Kenyataannya, setelah melalui perjuangan dia bisa berlari sejauh 800 meter hanya dalam waktu dua menit.

Shelly Mann lumpuh total karena menderita sakit polio saat berusia lima tahun. Namun dia tidak menyerah. Dia akhirnya mencatat sembilan rekor renang nasional untuk gaya yang berbeda dan memenangkan medali emas bagi Amerika dalam Olimpiade Melbourne tahun 1956.

Karoly Takacs adalah anggota tim menembak Hungaria yang menjadi juara dunia untuk jenis pistol. Dia juga menjadi tentara berpangkat sersan. Tahun 1938, dia mengalami kecelakaan. Dia kehilangan tangan kanan karena granat yang dipegangnya meledak. Namun dia tidak menyerah. Dia berlatih menembak dengan tangan kiri dan memenangkan medali emas dalam Olimpiade tahun 1948 dan 1952.

Woodrow Wilson tidak bisa membaca hingga usia sepuluh tahun. Namun dia tidak menyerah. Dia menjadi Presiden Amerika ke-28. Pada usia tujuh tahun, dia harus bekerja menghidupi keluarganya. Usia 9tahun, ibunya meninggal dunia. Usia 20 tahun, dia kehilangan pekerjaan sebagai penjaga toko. Usia 23 tahun, dia meminjam uang dan bermitra dengan orang lain untuk membuka toko kecil. Usia 26 tahun, mitra usahanya meninggal dunia dan meninggalkan hutang yang sangat besar.

Usia 35 tahun, dia gagal dua kali ketika mencalonkan diri sebagai anggota Kongres. Usia 37 tahun, dia menang pemilihan anggota Kongres. Usia 39 tahun, gagal terpilih kembali. Usia 41 tahun, anak lakinya meninggal dalam usia mpat tahun. Usia 42 tahun, ditolak menjadi pengawas tanah. Usia 45 tahun, dia mencalonkan diri sebagai anggota Senat, tapi gagal terpilih. Usia 47 tahun, dia dikalahkan dalam pemilihan Wakil Presiden. Usia 47 tahun, dia mencalonkan diri lagi menjadi anggota Senat, tapi gagal terpilih lagi.

Usia 51 tahun, dia akhirnya terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Pada masa jabatannya yang kedua, dia terbunuh. Meski begitu namanya termasuk diantara orang-orang besar di dunia.

Doa Seorang Prajurit bagi Putranya!


Tuhanku, bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk menyadari manakala ia lemah. Dan cukup berani untuk menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut. Manusia yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan, rendah hati dan jujur dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi seorang yang kuat dan mengerti, bahwa mengetahui serta mengenal diri sendiri adalah dasar dari segala ilmu yang benar.

Tuhanku, janganlah puteraku Kau bimbing pada jalan yan mudah dan lunak. Biarlah Kau bawa dia ke dalam gelombang dan desak kesulitan tantangan hidup. Bimbinglah puteraku, supaya dia mampu tegak berdiri di tengah badai, serta berwelas asih kepada mereka yang jatuh.

Bentuklah puteraku, menjadi manusia berhati bening dengan cita-cita setinggi langit. Seorang manusia yang sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum memimpin orang lain.

Seorang manusia yang mampu meraih hari depan tapi tak melupakan masa lampau. Dan setelah segala menjadi miliknya semoga puteraku dilengkapi hati yang ringan untuk bergembira serta selalu bersungguh- sungguh namun jangan sekali-kali berlebihan.

Berikan kepadanya kerendahan hati, kesederhanaan dan keagungan yang hakiki, pikiran cerah dan terbuka bagi sumber kearifandan kelembutan dari kekuatan yang sebenamya sehingga aku, orang tuanya, akan berani berkata: "hidupku tidaklah sia-sia"

"Douglas Mac Arthur - ditulis pada masa-masa paling sulit diawal perang Pasific."

Minggu, 11 November 2012

Sadarkah kita?


Sadarkah kita bahwa;

Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan, kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari kedua sisi. Menangkap pujian maupun kritikan, dan melihat mana yang benar.

Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Tak seorang pun yang dapat mencuri isi otak kita, yang lebih berharga dari segala permata yang ada.

Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam, yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.

Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. 

Belajar untuk mencintai dan menikmati dicintai, tetapi jangan mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan. 

Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini akan menjadi lebih indah.

Minggu, 28 Oktober 2012

Secangkir Kopi Asin


(Catatan: Kopi bukanlah jenis minuman yang baik untuk dikonsumsi , penggunaan jenis minuman kopi dalam artikel ini hanyalah semata-mata untuk ilustrasi.)

Seorang laki-laki datang ke sebuah pesta. Meskipun penampilannya tidak jauh berbeda dengan penampilan laki-laki lain yang datang, namun kelihatannya tidak seorangpun yang tertarik padanya. Ia lalu memperhatikan seorang gadis yang dari tadi dikelilingi banyak orang. Di akhir pesta itu, ia memberanikan diri mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi. 

Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap yang sopan, gadis itupun memenuhi undangannya. Mereka berdua kini duduk di sebuah warung kopi. Begitu gugupnya laki-laki itu hingga ia tidak tahu bagaimana harus memulai sebuah percakapan.

Tiba-tiba ia berkata kepada pelayan, "Dapatkah engkau memberiku sedikit garam untuk kopiku?" Setiap orang yang ada di sekitar mereka memandang lelaki itu keheranan. Wajahnya memerah seketika, tetapi ia tetap memasukkan garam itu ke dalam kopinya lalu kemudian meminumnya. Penuh rasa ingin tahu, gadis yang duduk di depannya bertanya, "Bagaimana kau bisa mempunyai hobi yang aneh ini?" 

Laki-laki itupun menjawab, "Ketika aku masih kecil, aku hidup di dekat laut, aku suka bermain-main di laut. Jadi aku tahu rasanya air laut, asin seperti rasa kopi asin ini. Sekarang, setiap kali aku meminum kopi asin ini, aku terkenang akan masa kecilku, tentang kampung halamanku, aku sangat merindukan kampung halamanku, aku merindukan orang tuaku yang tetap hidup di sana." Ia mengatakan itu sambil berurai air mata, kelihatannya ia sangat tersentuh.

Gadis itu berpikir, "Apa yang diceritakan oleh laki-laki tersebut adalah ungkapan isi hatinya yang terdalam. Orang yang mau menceritakan tentang kerinduannya akan rumahnya adalah orang yang setia, peduli dengan rumah dan bertanggung jawab terhadap seisi rumahnya." Maka gadis itupun mulai bercerita tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya dan keluarganya.

Merekapun berpacaran. Gadis iu menemukan semua yang dia inginkan di dalam diri laki-laki tersebut. Laki-laki itu begitu toleransi, baik hati, hangat dan penuh perhatian. Ia adalah laki-laki yang sangat baik, sehingga ia selalu merindukannya. Singkat cerita, merekapun menikah dan hidup bahagia. Setiap kali, ia selalu membuatkan kopi asin bagi suaminya karena ia tahu suaminya sangat menyukai kopi asin.

Sesudah empat puluh tahun menikah, meninggallah suaminya. Ia meninggalkan sebuah surat untuk istrinya:

"Sayangku, maafkan aku, maafkan kebohonganku selama aku hidup. Inilah satu-satunya kebohonganku padamu, yaitu tentang 'kopi asin'. Ingatkah engkau pertama kali kita bertemu dan berpacaran? Saat itu aku begitu gugup untuk memulai percakapan kita. Karena kegugupanku, aku akhirnya meminta garam padahal yang aku maksudkan adalah gula. Selama hidupku banyak kali aku mencoba untuk mengatakan kepadamu hal yang sebenarnya, sebagaimana aku telah berjanji bahwa aku tidak akan pernah berbohong kepadamu untuk apapun juga. Tetapi aku tidak sanggup mengatakannya. Kini aku sudah mati, aku tidak takut lagi, maka aku memutuskan untuk mengatakan kebenaran ini kepadamu bahwa aku tidak suka kopi asin. Rasanya aneh dan tidak enak. Selama hidupku aku baru meminum kopi asin sejak aku mengenalmu. Meski begitu, aku tidak pernah menyesal untuk apapun yang aku lakukan untukmu. Memiliki engkau merupakan kebahagiaan terbesar yang pernah aku miliki selama hidupku. Jika aku dapat hidup untuk kedua kalinya, aku tetap ingin mengenalmu dan memilikimu selamanya, meskipun aku harus meminum kopi asin lagi."

Air mata wanita itu membasahi surat yang dibacanya... Suatu hari seseorang bertanya kepadanya, "Bagaimana sih rasa kopi asin itu?" Dan wanita itupun menjawab, "Rasa kopi ini sangat enak bagiku."

Terima Kasih Ibuku


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?. Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". 

"Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas? Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis? Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,
"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.

Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Terima kasih Ibuku!

Kisah tentang Sebatang Pensil


Alkisah ada seorang pembuat pensil, sebelum mengirim pensilnya ke dunia dia memberikan empat pesan:

1. Kamu bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hanya jika kamu mau berada di tangan seseorang.

2. Kamu akan menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu untuk menjadi pensil yang baik.

3. Bagian yang terpenting dari hidupmu adalah bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya.

4. Pada permukaan mana pun juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah menulis.

Ilustrasi di atas menyimpan kebenaran rohani yang luar biasa...

Pertama, kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu melakukan hal yang besar. Tapi kita harus membiarkan diri kita berada di tangan Tuhan, agar dapat dipakai-Nya dalam pekerjaan-Nya yang besar.

Kedua, ada kalanya kita akan mengalami proses-proses pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat menderita, tetapi mau tidak mau kita harus melewati proses itu demi kebaikan kita sendiri. Agar hidup kita berubah dari kedagingan menjadi hidup di dalam roh. Proses pengeratan kedagingan kita ini akan membuat karakter ilahi muncul dalam hidup kita.

Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup kita adalah bukan bagian luarnya tapi bagian yang ada di dalam. Jangan pernah terjebak dengan hal-hal yang hanya merupakan penampilan luar saja. Tuhan tidak pernah tergiur dengan topeng-topeng kita. Tuhan lebih melihat kedalaman hati kita.

Keempat, di mana pun Tuhan taruh kita, selalu tinggalkan jejak atau “tulisan-tulisan” yang benar-benar bisa memengaruhi orang yang membacanya. “Tulisan” itu berupa hal-hal yang kita kerjakan dalam hidup kita yang diubahkan dan dipakai Tuhan untuk menjadi berkat buat sekeliling kita.

Biarlah hidup kita memberi pengaruh pada orang-orang sekeliling kita dan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang bertemu dengan kita.

Don't Judge a Book by Its Cover




 "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 
I Samuel  16:7


Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.

Mereka meminta janji untuk bertemu. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard," kata sang pria lembut. "Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat. "Kami akan menunggu,"jawab sang wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pimpinan.

"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.

Sang Pimpinan Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkah?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sang Pimpinan Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."

Sang Pimpinan Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak,"Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami mengeluarkan lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pimpinan Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Tuan dan nyonya Leland Stanford bangkit lalu berjalan pergi, mereka melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, disana mereka mendirikan sebuah universitas yang menyandang nama anak mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di Amerika Serikat.

Baju hanyalah bungkusan belaka, so... jangan menilai seseorang dari bajunya.