Kamis, 14 Februari 2013

Jangan Pernah Menyerah : Thomas Alva Edison

"Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga  mereka dibinasakan oleh malaikat maut." 1 Korintus 10:10

Allah mengiringi umat-umat pilihan-Nya. Tetapi sebelum Dia bisa membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian perlu bagi dia untuk menguji mereka, untuk melihat apakah mereka mematuhi perintah-Nya. Dia menguji pada peristiwa air yang pahit di Mara; mereka gagal dan bersungut-sungut. Dia menguji mereka-dengan perjalanan 15 hari melalui hutan belantara; mereka gagal dan bersungut-sungut. Lagi dan lagi mereka gagal dan bersungut-sungut, dan orang-orang yang bersungut-sungut tidak pernah masuk ke dalam Tanah Perjanjian. 

11 Februari adalah hari ulang tahun penemu terbesar di dunia — Thomas Alva Edison. Dia dilahirkan di Milan, Ohio, 1847. 

Salah satu dari sifatnya yang terkenal adalah dia tak pernah mengakui kegagalan atau kekalahan; dia tidak pernah menyerah. Dia dihargai karena membuat 1100 penemuan dalam waktu 60 tahun. 

Setelah menyelesaikan 10.000 eksperimen dengan sebuah proyek dalam laboratorium listriknya, beberapa teman meminta dia tidak patah semangat karena kegagalannya. Tetapi Edison menjawab, "Saya tidak gagal. Saya telah menemukan 10.000 cara yang tidak bisa berjalan baik!" Dia memberikan pada dunia kata-kata yang terkenal, "Keberhasilan adalah 1% inspirasi dan 99% keringat." 

Pada waktu dia berusia 9 tahun ibunya membelikan dia sebuah buku kimia. Tom muda membuktikan setiap eksperimen untuk menyakinkan itu benar. Dia mempunyai 100 botol yang ditandai tulisan "racun" agar orang lain tidak menyentuhnya. Pada waktu dia berusia 12 tahun dia memperoleh pekerjaan menjual koran, permen, dan kacang di atas kereta api. 

Di antara waktu perjalanannya di atas kereta api, dia terus bereksperimen di dalam bagasi mobil, sampai suatu hari terjadi sebuah ledakan dan membakar mobilnya. 

Pada usia 16 dia bekerja sebagai seorang operator telegraf. Dia harus melaporkan kegiatan kereta api setiap jamnya ke Toronto, di Kanada. Segera, dia menemukan sebuah alat yang bisa membuat laporan secara otomatis. 


Pada tahun 1877 dia menemukan gramopon, pada tahun 1879 menemukan lampu pijar listrik, dan pada tahun 1887 menemukan mesin gambar bergerak yang disebut Kinetoskop. 

Dia disebut "Wizard of Menlo Park" (Tukang Sulap dari Menlo Park). Namun di dalam kebesarannya dia rendah hati. "Saya bisa menemukan," dia berkata, "tetapi tidak bisa mencipta." 

TUHAN memberikan pada kita talenta juga. Kita mungkin membuat beberapa kesalahan; kita mungkin menghadapi kegagalan; tetapi jangan pernah bersungut-sungut dan jangan pernah menyerah.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar