Tampilkan postingan dengan label Tokoh Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Dunia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 September 2013

Hukum Menabur dan Menuai

Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat di selamatkan. Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang ke rumahnya.

Ternyata rumah si pemuda kedua sangat bagus, besar, megah, dan mewah... Ayah pemuda ini sangat berterima kasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang, pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. la berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.

Si pemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan si pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya. Si pemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. la memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.

Tahukah saudara nama pemuda miskin yang jadi dokter ini. Namanya ALEXANDER FLEMING, yang kemudian menemukan obat Penisilin. Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dr.Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan obat penemuan baru. Apa yang terjadi berangsurangsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda akhirnya sembuh !!

Tahukah saudara siapa nama pemuda itu Namanya adalah WINSTON CHURCHIL, PM Inggris yang termasyhur itu. Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabur dan menuai. Fleming menabur kebaikan, ia menuai kebaikan pula. Cita-citanya terkabul, ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil. Tidak sia-sia bukan beasiswa yang diberikan ayah Churchil?

Kamis, 14 Februari 2013

Jangan Pernah Menyerah : Thomas Alva Edison

"Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga  mereka dibinasakan oleh malaikat maut." 1 Korintus 10:10

Allah mengiringi umat-umat pilihan-Nya. Tetapi sebelum Dia bisa membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian perlu bagi dia untuk menguji mereka, untuk melihat apakah mereka mematuhi perintah-Nya. Dia menguji pada peristiwa air yang pahit di Mara; mereka gagal dan bersungut-sungut. Dia menguji mereka-dengan perjalanan 15 hari melalui hutan belantara; mereka gagal dan bersungut-sungut. Lagi dan lagi mereka gagal dan bersungut-sungut, dan orang-orang yang bersungut-sungut tidak pernah masuk ke dalam Tanah Perjanjian. 

11 Februari adalah hari ulang tahun penemu terbesar di dunia — Thomas Alva Edison. Dia dilahirkan di Milan, Ohio, 1847. 

Salah satu dari sifatnya yang terkenal adalah dia tak pernah mengakui kegagalan atau kekalahan; dia tidak pernah menyerah. Dia dihargai karena membuat 1100 penemuan dalam waktu 60 tahun. 

Setelah menyelesaikan 10.000 eksperimen dengan sebuah proyek dalam laboratorium listriknya, beberapa teman meminta dia tidak patah semangat karena kegagalannya. Tetapi Edison menjawab, "Saya tidak gagal. Saya telah menemukan 10.000 cara yang tidak bisa berjalan baik!" Dia memberikan pada dunia kata-kata yang terkenal, "Keberhasilan adalah 1% inspirasi dan 99% keringat." 

Pada waktu dia berusia 9 tahun ibunya membelikan dia sebuah buku kimia. Tom muda membuktikan setiap eksperimen untuk menyakinkan itu benar. Dia mempunyai 100 botol yang ditandai tulisan "racun" agar orang lain tidak menyentuhnya. Pada waktu dia berusia 12 tahun dia memperoleh pekerjaan menjual koran, permen, dan kacang di atas kereta api. 

Di antara waktu perjalanannya di atas kereta api, dia terus bereksperimen di dalam bagasi mobil, sampai suatu hari terjadi sebuah ledakan dan membakar mobilnya. 

Pada usia 16 dia bekerja sebagai seorang operator telegraf. Dia harus melaporkan kegiatan kereta api setiap jamnya ke Toronto, di Kanada. Segera, dia menemukan sebuah alat yang bisa membuat laporan secara otomatis. 


Pada tahun 1877 dia menemukan gramopon, pada tahun 1879 menemukan lampu pijar listrik, dan pada tahun 1887 menemukan mesin gambar bergerak yang disebut Kinetoskop. 

Dia disebut "Wizard of Menlo Park" (Tukang Sulap dari Menlo Park). Namun di dalam kebesarannya dia rendah hati. "Saya bisa menemukan," dia berkata, "tetapi tidak bisa mencipta." 

TUHAN memberikan pada kita talenta juga. Kita mungkin membuat beberapa kesalahan; kita mungkin menghadapi kegagalan; tetapi jangan pernah bersungut-sungut dan jangan pernah menyerah.

Senin, 21 Januari 2013

Mereka Yang Tak Pernah Menyerah: JOANNE KATHLEEN ROWLING


Sejak kecil, Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. Bahkan di usia 6 tahun, ia sudah mengarang
sebuah cerita berjudul Rabbit. 

Ia juga memiliki kegemaran tanpa malu-malu menunjukan karyanya kepada teman-teman dan orangtuanya. Kebiasaan ini terus dipelihara hingga ia dewasa. Daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian melambungkan namanya di dunia.

Akan tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti didera masalah. Keadaan yang miskin, yang bahkan
membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris,
itu masih ia alami ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. 

Ditambah dengan perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. 

Tahun 1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya, Rowling terpaksa menyalin
naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah mesin ketik manual. Naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. 

Berbagai penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. Di antaranya, adalah karena semula
ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne Rowling. Pandangan meremehkan penulis wanita yang
masih kuat membelenggu para penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan namanya menjadi JK Rowling. 

Memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis.

Akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar biasa meledak di pasaran. Semua itu tentu saja adalah hasil dari
sikap pantang menyerah dan kerja keras yang luar biasa. tak ada kesuksesan yang dibayar dengan harga murah.

Mereka yang Tak Penah Menyerah : NANCY MATTHEWS EDISON


Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, " Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah."

Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, " anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia."

Tommy bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

Tak banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah. Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? Jawabannya adalah ibunya!

Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. 

Nancy yang memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri Edison, dan hal itu mungkin sangat berat baginya, namun ia tidak sekalipun membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti...

Minggu, 25 November 2012

Aku akan datang kembali!


"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada." Yohanes 14:1-3.

Douglas MacArthur di Little Rock, Arkansas, 26 Januari 1880. Dia tamat dari US Military Academy di West Point pada tahun 1903. 

Setelah mencapai karir yang sukses dia ditugaskan menjadi penasehat militer di Philippine Commonwealth yang Baru dibentuk tahun 1935. Pada tanggal 7 Desember 1941, musuh tiba-tiba menyerang Pearl Harbor, di Hawai, yang memaksakan Amerika Serikat ikut perang dunia II. Di pihak yang kuat, tentara Amerika di Philipina sedang mengalami kekalahan sementara, dan pada bulan Maret, 1942, Jendral MacArthur diperintahkan untuk pergi ke Australia untuk menjadi komandan dari semua tentara bagian Pasifik Selatan dan harus melakukan persiapan untuk memerdekakan pulau-pulau itu dari tangan musuh.

Pada saat dia meninggalkan Corregidor pada malam hari dalam sebuah kapal torpedo angkatan laut, dia mengatakan pada orang Philipina, "Aku akan kembali!" kata-kata yang sangat indah! Dibisikkan dari tempat perlindungan ke tempat perlindungan, dari desa ke desa, dari penjara ke penjara, dari rumah sakit ke rumah sakit. "Dia akan datang lagi!" Orang-orang mengenal Douglas MacArthur. Mereka percaya dia akan datang kembali, dan dalam waktu kurang dari dua tahun, tanggal 20 Oktober 1944, dia datang kembali.

Kedatangannya menyebabkan musuh takut tapi membawa kegembiraan bagi orang-orang yang menderita. Langkah demi langkah pasukannya maju; pulau demi pulau dibebaskan, dan dalam 6 bulan Philipina sudah bebas! Hanya mereka yang ada disana yang bisa melukiskan kegembiraan itu. Tahanan dibebaskan; keluarga­-keluarga disatukan kembali. Orang-orang menangis gembira dan berdansa di jalan-jalan. 

Akan lebih indah dari itu saat Yesus datang lagi nanti. Dia berkata bahwa Dia akan datang. Percayalah! Dia akan datang satu hari nanti, dan segera. Hari itu akan menjadi hari yang sangat menggembirakan!

Jangan Pernah Menyerah!


Jangan menyerah... selesaikan pertandingan kita dengan baik!

2 Timotius 4:7


Johny Fulton ditabrak oleh sebuah mobil ketika berusia tiga tahun. Dia mengalami luka-luka yang parah. Pinggulnya retak, tulang iganya patah, tulang tengkoraknya retak dan tulang kakinya remuk. Harapan hidupnya sangat tipis. Namun dia tidak menyerah. Kenyataannya, setelah melalui perjuangan dia bisa berlari sejauh 800 meter hanya dalam waktu dua menit.

Shelly Mann lumpuh total karena menderita sakit polio saat berusia lima tahun. Namun dia tidak menyerah. Dia akhirnya mencatat sembilan rekor renang nasional untuk gaya yang berbeda dan memenangkan medali emas bagi Amerika dalam Olimpiade Melbourne tahun 1956.

Karoly Takacs adalah anggota tim menembak Hungaria yang menjadi juara dunia untuk jenis pistol. Dia juga menjadi tentara berpangkat sersan. Tahun 1938, dia mengalami kecelakaan. Dia kehilangan tangan kanan karena granat yang dipegangnya meledak. Namun dia tidak menyerah. Dia berlatih menembak dengan tangan kiri dan memenangkan medali emas dalam Olimpiade tahun 1948 dan 1952.

Woodrow Wilson tidak bisa membaca hingga usia sepuluh tahun. Namun dia tidak menyerah. Dia menjadi Presiden Amerika ke-28. Pada usia tujuh tahun, dia harus bekerja menghidupi keluarganya. Usia 9tahun, ibunya meninggal dunia. Usia 20 tahun, dia kehilangan pekerjaan sebagai penjaga toko. Usia 23 tahun, dia meminjam uang dan bermitra dengan orang lain untuk membuka toko kecil. Usia 26 tahun, mitra usahanya meninggal dunia dan meninggalkan hutang yang sangat besar.

Usia 35 tahun, dia gagal dua kali ketika mencalonkan diri sebagai anggota Kongres. Usia 37 tahun, dia menang pemilihan anggota Kongres. Usia 39 tahun, gagal terpilih kembali. Usia 41 tahun, anak lakinya meninggal dalam usia mpat tahun. Usia 42 tahun, ditolak menjadi pengawas tanah. Usia 45 tahun, dia mencalonkan diri sebagai anggota Senat, tapi gagal terpilih. Usia 47 tahun, dia dikalahkan dalam pemilihan Wakil Presiden. Usia 47 tahun, dia mencalonkan diri lagi menjadi anggota Senat, tapi gagal terpilih lagi.

Usia 51 tahun, dia akhirnya terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Pada masa jabatannya yang kedua, dia terbunuh. Meski begitu namanya termasuk diantara orang-orang besar di dunia.

Doa Seorang Prajurit bagi Putranya!


Tuhanku, bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk menyadari manakala ia lemah. Dan cukup berani untuk menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut. Manusia yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan, rendah hati dan jujur dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi seorang yang kuat dan mengerti, bahwa mengetahui serta mengenal diri sendiri adalah dasar dari segala ilmu yang benar.

Tuhanku, janganlah puteraku Kau bimbing pada jalan yan mudah dan lunak. Biarlah Kau bawa dia ke dalam gelombang dan desak kesulitan tantangan hidup. Bimbinglah puteraku, supaya dia mampu tegak berdiri di tengah badai, serta berwelas asih kepada mereka yang jatuh.

Bentuklah puteraku, menjadi manusia berhati bening dengan cita-cita setinggi langit. Seorang manusia yang sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum memimpin orang lain.

Seorang manusia yang mampu meraih hari depan tapi tak melupakan masa lampau. Dan setelah segala menjadi miliknya semoga puteraku dilengkapi hati yang ringan untuk bergembira serta selalu bersungguh- sungguh namun jangan sekali-kali berlebihan.

Berikan kepadanya kerendahan hati, kesederhanaan dan keagungan yang hakiki, pikiran cerah dan terbuka bagi sumber kearifandan kelembutan dari kekuatan yang sebenamya sehingga aku, orang tuanya, akan berani berkata: "hidupku tidaklah sia-sia"

"Douglas Mac Arthur - ditulis pada masa-masa paling sulit diawal perang Pasific."

Minggu, 28 Oktober 2012

Don't Judge a Book by Its Cover




 "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 
I Samuel  16:7


Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.

Mereka meminta janji untuk bertemu. Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard," kata sang pria lembut. "Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat. "Kami akan menunggu,"jawab sang wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pimpinan.

"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.

Sang Pimpinan Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkah?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sang Pimpinan Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."

Sang Pimpinan Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak,"Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami mengeluarkan lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pimpinan Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Tuan dan nyonya Leland Stanford bangkit lalu berjalan pergi, mereka melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, disana mereka mendirikan sebuah universitas yang menyandang nama anak mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di Amerika Serikat.

Baju hanyalah bungkusan belaka, so... jangan menilai seseorang dari bajunya.


Never Giving Up!


Jangan menyerah... selesaikan pertandingan kita dengan baik!

2 Timotius 4:7


Johny Fulton ditabrak oleh sebuah mobil ketika berusia tiga tahun. Dia mengalami luka-luka yang parah. Pinggulnya retak, tulang iganya patah, tulang tengkoraknya retak dan tulang kakinya remuk. Harapan hidupnya sangat tipis. Namun dia tidak menyerah. Kenyataannya, setelah melalui perjuangan dia bisa berlari sejauh 800 meter hanya dalam waktu dua menit.

Shelly Mann lumpuh total karena menderita sakit polio saat berusia lima tahun. Namun dia tidak menyerah. Dia akhirnya mencatat sembilan rekor renang nasional untuk gaya yang berbeda dan memenangkan medali emas bagi Amerika dalam Olimpiade Melbourne tahun 1956.

Karoly Takacs adalah anggota tim menembak Hungaria yang menjadi juara dunia untuk jenis pistol. Dia juga menjadi tentara berpangkat sersan. Tahun 1938, dia mengalami kecelakaan. Dia kehilangan tangan kanan karena granat yang dipegangnya meledak. Namun dia tidak menyerah. Dia berlatih menembak dengan tangan kiri dan memenangkan medali emas dalam Olimpiade tahun 1948 dan 1952.

Woodrow Wilson tidak bisa membaca hingga usia sepuluh tahun. Namun dia tidak menyerah. Dia menjadi Presiden Amerika ke-28. Pada usia tujuh tahun, dia harus bekerja menghidupi keluarganya. Usia 9tahun, ibunya meninggal dunia. Usia 20 tahun, dia kehilangan pekerjaan sebagai penjaga toko. Usia 23 tahun, dia meminjam uang dan bermitra dengan orang lain untuk membuka toko kecil. Usia 26 tahun, mitra usahanya meninggal dunia dan meninggalkan hutang yang sangat besar.

Usia 35 tahun, dia gagal dua kali ketika mencalonkan diri sebagai anggota Kongres. Usia 37 tahun, dia menang pemilihan anggota Kongres. Usia 39 tahun, gagal terpilih kembali. Usia 41 tahun, anak lakinya meninggal dalam usia mpat tahun. Usia 42 tahun, ditolak menjadi pengawas tanah. Usia 45 tahun, dia mencalonkan diri sebagai anggota Senat, tapi gagal terpilih. Usia 47 tahun, dia dikalahkan dalam pemilihan Wakil Presiden. Usia 47 tahun, dia mencalonkan diri lagi menjadi anggota Senat, tapi gagal terpilih lagi.

Usia 51 tahun, dia akhirnya terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Pada masa jabatannya yang kedua, dia terbunuh. Meski begitu namanya termasuk diantara orang-orang besar di dunia.

Kamis, 25 Oktober 2012

Jangan Menoleh ke Belakang



A Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.


Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak,"Hebat, hebat."

Setelah tepuk tangan huh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dan lagunya itu.

Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan satu senar' Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.

Renungan:
Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi?

Jika demikian, janganlah melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mainkanlah itu dengan indahnya.