Kamis, 25 Oktober 2012

It is good!


Alkisah ada seorang raja yang mempunyai seorang teman baik. Temannya ini punya kebiasaan berkomentar, "Ini bagus!" apapun situasi dalam hidupnya, baik positif maupun negatif.

Suatu hari sang Raja dan temannya pergi berburu. Temannya mempersiapkan dan mengisikan peluru untuk senapan sang Raja. Kelihatannya teman raja ini telah melakukan kesalahan waktu mempersiapkan senjata tersebut, karena saat raja menerima senapan itu dari temannya, senapan itu meletus dan melukai jempolnya.

Seperti biasa teman raja itu berkomentar, "Ini bagus!", namun sang raja menjawab, "Tidak, ini tidak bagus!" dan sang raja menjebloskan temannya ke penjara.

Kurang lebih setahun kemudian, sang Raja pergi berburu dan sampai ke daerah yang berbahaya. Ia ditangkap oleh sekelompok orang kanibal, kemudian dibawa ke desa mereka. Mereka mengikat tangannya dan menumpuk kayu bakar, bersiap untuk membakarnya. Ketika mereka mendekat untuk menyalakan kayu tersebut, mereka melihat bahwa sang Raja tidak mempunyai jempol. Mereka punya adat kebiasaan untuk tidak pernah makan orang yang tidak utuh, karena itu akhirnya mereka membebaskan sang raja.

Dalam perjalanan pulang, sang raja teringat akan kejadian yang menyebabkan dia kehilangan jempolnya dan merasa menyesal atas perlakuannya terhadap teman baiknya. Sang raja langsung pergi ke penjara untuk berbicara dengan temannya. "Kamu benar," katanya,"Baguslah bahwa aku kehilangan jempolku." Dan ia menceritakan kejadian yang baru dialaminya kepada temannya itu. "Saya menyesal telah menjebloskan kamu ke penjara begitu lama. Saya telah berlaku jahat kepadamu."

"Tidak," kata temannya, "Ini bagus!"

"Apa maksudmu? Ini bagus?! Bagaimana bisa bagus, aku telah mengirim kamu ke penjara selama satu tahun," sahut sang raja.

Temannya itu menjawab, "Kalau kamu tidak memenjarakan aku, aku tadi pasti bersamamu. Dan kalau aku bersamamu maka aku pasti juga ditangkap oleh suku kanibal itu."

Sering kali saat kita mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, kita bertanya-tanya mengapa Tuhan membiarkan hal itu terjadi? Terlebih bila selama ini kita merasa telah menjadi anak Tuhan yang baik. Mengapa hal-hal buruk masih terjadi pada kita? Tapi percayalah Tuhan tak pernah merancangkan yang buruk bagi kita (Yeremia 29:11).

Jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu yang tidak enak yang sedang kita alami dalam hidup ini, tetap percaya pada-Nya, tetap mengucap syukur pada Tuhan dalam segala hal... Karena pada akhirnya kita akan melihat gambaran lengkap dari seluruh rancangan damai sejahtera Tuhan bagi kita.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar